Balai GAKKUM KLHK Kalimantan Amankan Pedagang Sisik Trenggiling

Balai GAKKUM KLHK Kalimantan Amankan Pedagang Sisik Trenggiling

BERBAGI
Foto Pelaku dan barang bukti Sisik Trenggiling (Manis javanica) di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi/istimewa

Pontianak, thetanjungpuraratimes.com – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan Balai Gakkum KLHK Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak bersama Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar, menangkap 2 pelaku yang akan memperjualbelikan Sisik Trenggiling (Manis javanica) di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, 22 Mei 2018 lalu. Dalam penangkapan itu petugas langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti.

“Hasil pemeriksaan terhadap keduanya kami menetapkan PD (25 tahun) dan JN (27 tahun) pemilik sisik Trenggiling sebagai tersangka. Mereka kini telah ditahan di Rutan Kelas IIa Pontianak dengan barang bukti berupa 9,45 Kg sisik Trenggiling, 1 unit motor, 1 buah tas, 1 Unit Handpone dan 1 buku Kas pembukuan berburu Trenggiling,” kata David Muhammad, Kepala Seksi Balai Gakkum Wilayah III Pontianak.

David menjelaskan penetapan tersangka itu berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Operasi tangkap tangan ini bermula saat Tim SPORC mendapat laporan dari masyarakat akan adanya perdagangan sisik Trenggiling di daerah Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.

“Setelah dilakukan penelusuran, didapat informasi bahwa perdagangan sisik Trenggiling tersebut akan dilakukan di sebuah rumah makan di Nanga Pinoh. Sekitar pukul 13.15 terlihat para Pelaku sudah menunggu di depan rumah makan menunggu pembeli. Tim kami yang sudah mengintai keberadaan pelaku memutuskan langsung menyergap pelaku.” tutur David.

Berdasakan pengakuan PD, bahwa PD dan JN tinggal di daerah Seruan Hulu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah,  mendapatkan sisik Trenggiling dengan cara berburu satwa Trenggiling di daerahnya. Setelah terkumpul PD membawa sisik trenggiling dan akan dijual di Nanga Pinoh sesuai dengan pesanan calon pembeli.

PD dan JN telah lama melakukan jual beli sisik trenggiling dan rencananya 9,45 kg sisik Trenggiling tersebut akan dijual seharga 3,2 Juta/kg kepada BD pembeli dari Pontianak. Saat ini Penyidik Balai Gakkum masih memburu keberadaan BD yang diduga merupakan jaringan dari sindikat perdagangan sisik Trenggiling di Kalimantan Barat.

“Keduanya telah melanggar Undang-Undang 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya Pasal 21 Ayat (2) huruf d jo. Pasal 40 ayat (2) dengan ancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta,” tandas David.

(Rilis/Ikur)

TIDAK ADA KOMENTAR