Mayat Warga Madura Ditemukan Mengapung di Sungai Kapuas Pontianak

Mayat Warga Madura Ditemukan Mengapung di Sungai Kapuas Pontianak

BERBAGI
Foto: Hermansyah, ABK Kapal KLM keluarga Makmur Jaya yang ditemukan mengapung di Sungai Kapuas Pontianak/ Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com –  Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di Sungai Kapuas, tepatnya di Jalan Komyos Sudarso, Gang Kayu Manis 2, RT 06 RW 18, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, pada Jumat pagi (25/5/2018). Mayat tersebut menyangkut di kapal nelayan milik Sakojo yang sedang bersandar di pinggiran sungai.

Menurut keterangan saksi,  M. Said (63), mengatakan saat mendengar kabar ada mayat di sungai, Ia pun bergegas menuju ke lokasi, dan melihat warga sudah ramai berkumpul di atas gertak kayu dan ternyata memang ada sesosok mayat laki laki yang sangkut di kapal milik nelayan.

Menurutnya, warga Gang Kayu manis 1 dan Kayu Manis 2 serta warga Gang Dukuh Baru Dalam tidak ada yang mengenal mayat tersebut.

“Saya melapor ke pihak kepolisian Polsek Pontianak Barat bahwa di Sungai Kapuas di dekat rumah saya ada mayat terapung serta tidak dikenal warga,” tuturnya.

Perwira Basarnas Kota Pontianak, Letnan Dua Bambang  Indardi (37) menyampaikan bahwa mayat yang terapung dan sangkut di kapal nelayan adalah jenazah ABK kapal yang mengangkut sapi dan kambing dari pulau Madura.

“Korban atas nama Hermansyah, usia 35 tahun, alamat Tanjung Bumi Bangkalan Madura Jawa Timur, dilaporkan pada hari Selasa malam sekitar jam 22.00 wib jatuh terpeleset dari atas kapal ke Sungai Kapuas ketika kapal mau sandar di dermaga Karantina,” jelasnya.

Dirinya mengatakan, Instalasi Karantina Hewan berada di Desa Madu Sari, telah melapor kepada Basarnas Pontianak dan selanjutnya melapor Kepada Polsek Sungai Raya dan Pol Air Polda Kalbar terkait adanya ABK yang tenggelam dari Kapal KLM keluarga Makmur Jaya dari Bangkalan Madura.

Foto: Petugas saat mengevakuasi jenazah mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Kapuas Pontianak/ Istimewa

Kapolsek Pontianak Barat Kompol Bermawis langsung memerintahkan personil di lapangan baik Reskrim maupun Intel dan Sabhara ke TKP, upaya mengamankan TKP supaya tidak jadi tontonan warga sekitar.

“Pihak petugas Polsek Pontianak Barat pertama kali datang ke lokasi penemuan mayat, setelah berkoordinasi dengan pihak Polsek KP3L, Airud Polda Kalbar dan Basarnas Kota Pontianak serta Petugas Damkar Borneo, mayat terapung tersebut langsung dievakuasi ke darat dan dimasukan ke kantong mayat, lalu dibawa ke RS Sudarso guna dilakukan  visum,” ujarnya.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR