Untan Kenalkan Prodi HI Melalui Simulasi Sidang PBB

Untan Kenalkan Prodi HI Melalui Simulasi Sidang PBB

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-Bertempat di Aula Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Tanjungpura menggelar Short Diplomatic Course. Jumat (25/5/2018).

Mengangkat tema “Young Voice and Global Responses on Syiria Conflict Resolution’, acara tersebut bertujuan untuk mengajarkan dan melatih keahlian bernegosiasi para mahasiswa dengan memperhatikan etika dalam melakukan Simulasi Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 11 negara yakni United Kingdom, Australia, Qatar, Federasi Rusia, Bahrain, Prancis, Tiongkok, Korea Selatan, United State of America, Iran, dan Saudi Arabia. Bertindak sebagai Presidium Sidang delegasi dari Negara Spanyol, Italia, dan juga Brazil.

Pada kegiatan Short Diplomatic Course ini, para delegasi melakukan simulasi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Setiap delegasi akan merepresentasikan suatu negara dan akan bertindak sesuai dengan kepentingan negara yang ia representasikan dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang akan dibahas dalam konferensi tersebut.

Dalam First Annual International Relations Short Diplomatic Course kali ini yang diadakan di Universitas Tanjungpura, Komite yang akan disimulasikan adalah komite pertama di dalam United Nations General Assembly, yakni bidang politik dan keamanan dengan fokus permasalahan konflik Suriah dalam konstelasi politik global.

Untuk persiapan penelitian substansi dan praktek dasar, mahasiswa diberikan study guide terkait sistematika penulisan profil Negara yang diwakili, proposal riset terkait kebijakan PBB yang sudah dijalankan dan kebijakan luar negeri Negara yang direpresentasikan, serta draf resolusi mengenai topik yang diangkat dalam forum.

Hardi Alunaza selaku Dosen Pendamping dalam kegiatan menjelaskan bahwa tujuan diadakannya Simulasi Sidang PBB adalah untuk melatih mahasiswa untuk menguasai kemampuan dalam pembentukan kebijakan dan juga langkah penyelesaian masalah dalam forum internasional.

Staf Pengajar Prodi HI Untan tersebut menambahkan, simulasi digelar untuk mengenalkan prosedur fundamental proses pembentukan kebijakan di dalam badan PBB.

“Agenda ini memang dibentuk agar memberikan pengalaman praktek diplomasi dan lobi sebagai pengembangan kemampuan para mahasiswa dalam bernegosiasi ketika menghadapi permasalahan global. Selain untuk promosi, kami sering menyebutnya sebagai forum Sehari Menjadi Diplomat Muda,” tutur pria yang merupakan alumni konsentrasi Diplomasi Publik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Venisa Yunita Sari sebagai delegasi dari Tiongkok mengapresiasi pelaksanaan Short Diplomatic Course di Untan. Baginya, kegiatan tersebut sangat positif, menarik, dan sebagai wujud kepedulian mahasiswa HI agar dapat berperan aktif layaknya diplomat suatu Negara dalam forum internasional. “I think our First Short Diplomatic Course was exciting, interacting, awesome, and educating. Saya benar-benar merasakan suasana menjadi seorang Diplomat Muda dengan menyampaikan kebijakan Tiongkok dalam forum dunia,” ungkapnya bangga.

Short Diplomatic Course ini menjadi wadah bagi mahasiswa HI untuk dapat menguasai kemampuan menulis ilmiah, debat, berpikir kritis dari berbagai perspektif, kerja sama tim, kepemimpinan, dan public speaking.

Simulasi Sidang PBB yang berjalan selama 3 jam tersebut menghasilkan draf resolusi 1.1 yang dimenangkan oleh Amerika Serikat dan para sekutunya yakni Saudi Arabia, Qatar, Prancis, Australia, dan United Kingdom. Acara diakhiri dengan pengumuman penghargaan. Veronica Putri delegasi dari Rusia terpilih sebagai Best Speaker, Korea Selatan, Iran, dan Tiongkok terpilih sebagai Position Paper terbaik. Sementara Fanni Febby delegasi dari United Kingdom terpilih sebagai Most Outstanding Delegation bersama Rusia sebagai Most Outstanding Country.

(Virginia Sherin/Zet Saradiwa/Sukardi).

TIDAK ADA KOMENTAR