Ekstrak Umbi Bawang Mekkah Menyembuhkan Penyakit Asam Urat

Ekstrak Umbi Bawang Mekkah Menyembuhkan Penyakit Asam Urat

BERBAGI
Foto: Bawang Mekkah/int

Thetanjungpuratimes.com– Salah satu alternatif selain obat sediaan farmasi yaitu obat herbal. Sebagian besar negara negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer. WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker.

WHO juga mendukung upaya-upaya dalam peningkatan keamanan dan khasiat dari obat tradisional (WHO, 2003). Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan linu-linu di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitannya. Penyakit ini sering disebut penyakit gout atau lebih dikenal dengan penyakit asam urat (Andry, 2009). Penyakit gout adalah penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang ditandai dengan hiperurisemia dan serangan sinovitis akut berulang-ulang.

Kelainan ini berkaitan dengan penimbunan kristal urat monohidrat monosodium dan pada tahap yang lebih lanjut terjadi degenerasi tulang rawan sendi, insiden penyakit gout sebesar 1-2%, terutama terjadi pada usia 30-40 tahun dan 20 kali lebih sering pada pria daripada wanita (Muttaqin, 2008). Secara biokomiawi akan terjadi hipersaturasi yaitu kelarutan asam urat di serum yang melewati ambang batasnya. Keadaan hiperurisemia akan beresiko timbulnya artritis gout, nefropati gout, atau batu ginjal.  Insiden gout di Indonesia menduduki urutan kedua setelah osteoartritis (Dalimartha, 2008 dikutip dari penelitian Festy dkk). Prevalensi gout di Indonesia  diperkirakan 1,613,6/100.000 orang, prevalensi ini meningkat seiring dengan meningkatnya umur (Tjokroprawiro, 2007). Prevalensi gout di Jawa Timur sebesar 17%, prevalensi gout di Surabaya sebesar 56,8% (Festy, 2010).

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Simomuloyo Baru Surabaya, didapatkan laki-laki yang menderita gout di RT 04 sebanyak 4 orang. Faktor yang memengaruhi kadar asam urat digolongkan menjadi tiga: Faktor primer, faktor sekunder dan faktor predisposisi. Pada faktor primer dipengaruhi oleh faktor genetik. Faktor sekunder dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu produksi asam urat yang berlebihan dan penurunan ekskresi asam urat. Pada faktor predisposisi dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan iklim (Muttaqin, 2008). Faktor sekunder dapat berkembang dengan penyakit lain (obesitas, diabetes melitus, hipertensi, polisitemia, leukemia, mieloma, anemia sel sabit dan   penyakit ginjal) (Kluwer, 2011).

Faktor risiko yang menyebabkan orang terserang penyakit asam urat, Vitahealth (2007) adalah genetik/riwayat keluarga, asupan senyawa purin berlebihan, konsumsi alkohol berlebih, kegemukan (obesitas), hipertensi, gangguan fungsi ginjal dan obatobatan tertentu (terutama diuretika). Faktorfaktor tersebut di atas dapat meningkatkan kadar asam urat, jika terjadi peningkatan kadar asam urat serta di tandai linu pada sendi, terasa sakit, nyeri, merah dan bengkak keadaan ini dikenal dengan gout. Gout termasuk penyakit yang dapat dikendalikan walaupun tidak dapat disembuhkan, namun kalau dibiarkan saja kondisi ini dapat berkembang menjadi artritis yang melumpuhkan (Charlish, 2009). Gout berpotensi menyebabkan infeksi ketika terjadi ruptur tofus, batu ginjal, hipertensi dan penyakit jantung lain (Kluwer, 2011). Salah satu alternatif untuk mengobati penyakit asam urat dengan menggunakan ekstrak dari umbi bawang mekkah.

Bawang Mekkah sebagai salah satu obat yang digunakan sebagaian masyarakat diberbagai negara termasuk di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat dalam pengobatan secara tradisional. Umbi bawang mekkah mempunyai senyawa fitokimia yaitu diantaranya alkaloid , glikosida , flavonoid , fenolik , steroid dan tannin. Senyawa metabolit bawang mekkah diantaranya mengandung naftokuinon dan turunanya elanacin, elutherol, elutherin dan elutherinon ( Hidayah et al , 2015 ). Bawang Mekkah merupakan salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat yaitu fenolik, flavonoid dan tanin yang baik untuk menangkal radikal bebas (Karmini et al , 2014).

Beberapa metode yang dilakukan untuk menguji aktivitas antioksidan salah satunya yaitu menggunakan metode sederhana radikal bebas yang biasa digunakan sebagai model dalam mengukur daya penangkapan radikal bebas adalah 1,1difenil-2-pikrihidazil (DPPH). DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang stabil sehingga apabila digunakan sebagai pereaksi dalam uji penangkapan radikal bebas. Nilai absorbansi DPPH berkisar antara 515-520 nm , metode peredaman radikal bebas DPPH didasarkan pada reduksi dari larutan methanol radikal bebas DPPH yang berwarna oleh penghambatan radikal bebas. Ketika larutan DPPH yang berwarna ungu bertemu dengan bahan pendonor elektron maka DPPH akan tereduksi sehingga DPPH akan berubah menjadi 1,1difenil-2-pikrihidrazin , menyebabkan warna ungu akan memudar dan digantikan warna kuning yang berasal dari gugus pikril ( Tristantini et al , 2016 ).

Ekstrak Etanol Bawang Dayak mengandung senyawa-senyawa turunan Naphtoquinones dan turunannya, Naphtoquinones tersebut merupakan senyawa antimikroba,antifungal,antiviral,antiparasitik,memiliki bioaktivitas anti kanker dan anti oksidan. Kandungan fitokimia pada bawang dayak diyakini sebagai metabolik sekunder. Unsur Fitokimia pada bawang dayak yaitu Tanin sebagai antioksidan, Alkaloid sifat basanya memepermudah dekomposisi sinar UV, Glikosida ,Steroid, Flavonoid berkaitan dengan inakativasi karsinogen, anti proliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis,differensiasi,inhibisi,angiogenesis serta mencegah resistensi multi therapi (Toemon,2015).

Foto: Rana Aulia Riyanti Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

Penulis: Rana Aulia Riyanti
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Tanjungpura

TIDAK ADA KOMENTAR