Kerusakan Metabolisme Tubuh

Kerusakan Metabolisme Tubuh

BERBAGI
Foto: Ilustrasi Cuci Darah/ist

Thetanjungpuratimes.com – Tubuh manusia merupakan keseluruhan struktur fisik organisme manusia. Tubuh manusia terdiri atas kepala, leher, batang badan, 2lengan dan 2 kaki. Ketinggian rata-rata tubuh manusia dewasa sekitar 1,6 m (5-6 kaki). Ukuran tubuh manusia biasanya ditentukan oleh gen. Jenis dan komposisi tubuh dipengaruhi oleh faktor pasca kelahiran seperti diet dan olahraga. Pada saat manusia mencapai kedewasaan, tubuh terdiri dari hampir 100.000.000.000 sel. Masing-masing merupakan bagian sistem organ yang dirancang untuk melakukan fungsi kehidupan yang esensial. Sistem organ tubuh termasuk: kardiovaskular, kekebalan tubuh,pencernaan, pernapasan, ekskresi, perkemihan, muskuloskeletal, saraf, endokrin, dan reproduksi.

Tubuh manusia juga melakukan metabolisme. Secara umum, metabolisme merupakan energi yang digunakan oleh tubuh dan semua reaksi kimia dalam sel untuk menjaga tubuh agar tetap hidup. Proses yang melibatkan terbentuknya energi, penyimpanan energi dan pemanfaatannya untuk aktivitas tubuh manusia biasa nya disebuh metabolisme. Proses metabolisme dibagi menjadi dua yaitu anabolisme dan katabolisme. Proses ini dimulai dengan tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang dimakan, lalu nutrisi dipecah dengan bantuan enzim-enzim pencernaan menjadi bentuk lain yang lebih sederhana yang lebih dapat diterima oleh tubuh, hingga akhirnya dapat diedarkan bersamaan dengan darah untuk sumber energi beraktivitas sehari-hari (katabolisme).Namun tidak semua nutrisi ini diedarkan ke seluruh tubuh. Beberapa subtansi yang dihasilkan dari proses metabolisme disimpan untuk energi apabila suatu waktu dibutuhkan. Beberapa lainnya digunakan untuk memelihara dan mengembangkan sel. Bagian dari proses ini dinamakan dengan anabolisme.

Gangguan metabolisme tubuh akan memberikan dampak berupa gangguan fungsi organ yang dapat memicu berbagai penyakit seperti obesitas, stroke, kencing manis, hipertensi dan ganguan lainnya. Sekarang usia 30 tahun terjadi perubahan pola hidup yang salah yang dapat memicu beberapa penyakit seperti jantung dan lain-lain yang dapat muncul. Hal ini disebebkan oleh gaya hidup yang tidak sehat seperti stres, diet tidak sehat, ketidakaktifan fisik, merokok, dan pola makan tidak sehat. Selain oleh faktor luar, faktor yang dapat memimbulkan masalah pada metabolisme adalah faktor keturunan.

Permasalahan yang menjadi penyebab utama kerusakan metabolisme tubuh saat ini merupakan faktor dari luar. Kesadaran yang kecil untuk menjaga pola hidup sehat tentunya berpengaruh terhadap kualitas hidup manusia itu sendiri. Adanya pola pikir dan pengaruh lingkungan diharapkan dapat mendukung untuk memperbaiki permasalahan kerusakan metabolisme tubuh yang menyebabkan berbagai macam penyakit yang ditimbulkan saat ini.

Kerusakan metabolisme tubuh dapat dikategorikan dalam penyakit degeneratif, dimana penyakit degenarif adalah istilah medis untuk menjelaskan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh yaitu dari keadaan normal menjadi lebih buruk. Menurut data fakta dunia terdapat 680 juta kasus jantung, 171 juta kasus diabetes mellitus, 15 juta kasus kanker, dan 2 miliar kasus osteoporosis. Diramalkan bahwa pada tahun 2020 73% kematian disebebkan penyakit degeneratif.

Metabolisme tubuh mempunyai 2 jalur yaitu jalur sintesis dan jalur degradatif. Jalur sintesis menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks; memerlukan energi disuplai dari hidrolisis ATP, sedangkan jalur degradatif memecah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana; melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP. Jika salah satu dari jalur terganggu dan mengalami kerusakan, maka akan mengakibatkan timbul nya penyakit yang cukup serius dan menggangu keberlansungan hidup manusia itu sendiri.

Kerusakan atau gangguan metabolisme dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam dianataranya gangguan keseimbangan asam dan basa, gangguan metabolisme protein, gangguan metabolisme karbohidrat, ganguan metabolisme lipid, gangguan metabolisme tulang, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit serta anemia.Kerusakan atau gangguan metabolisme tubh disebabkan kondisi dasar diantaranya ada hormon, enzim dan koenzim, sehingga dapat menimbulkan perubahan kulitas seperti hiperfungsi, hipofungsi dan malfungsi, serta kuantitas seperti bertambah atau berkurang.

Organ yang berperan dalam metabolisme salah satunya adalah ginjal. Jika ginjal. Ginjal beroeran dalam homostatis protein tubuh melalui fungsi sintesis degradasi filtrasi, adsorpsi dan eksresi asam amino di tubulus ginjal. Berbagai peran ginjal dalam metabolisme menyebabkan ganguan nutrisi apabila terjadi gangguan fungsi ginjal. Gangguan metabolisme protein yang disebabkan oleh malnutrisi energi dan protein terkait dengan gangguan ginjal disebut malnutrisi uremia. Selain menyebabkan gangguan metabolisme protein, terdapat pula gangguan metabolisme karbohidrat yang menyakibatkan kerusakan metabolisme tubuh sehingga menimbulkan penyakut yang serius serta berbahaya. Gangguan fungsi ginjal tidak hanya menyebabkan penurunan readsorpsi natrium, namun juga senyawa-senyawa lain seperti fosfat, asam urat, bikarbonat dan kalsium urae, glukosa dan asam amino. Ganguan ginjal mengganggu mekanisme pengaturan keseimbangan natrium dan cairan tubuh. Ginjal dapat mengakses sekitar 80-90% asupan kalsium total harian atau sekitar 2-9 gram per hari. Penurunan LFG menyebabkan laju ekresi kalium meningkat, namuntidak dapat mencegah akumulasi kalium dalam darah sehingga menyebabkan hiperkalemia. Gangguan proses aktivitas vitamin D menyebabkan terganggunya absorpsi kalsium pada usus dan mobilitas kalsium dari tulang. hiperfosfalemia Orang dengan gangguan ginjal mengalami penurunan apolipaprotein. Untuk gangguan metabolisme kerbohidrat dengan hemodialis mengalami keadaan uremia yang dapat menyebabkan gangguan berupa sekresi, dan sensitifitas jaringan pester terhadap insulin sehingga dapat memperburuk kadar glukosa darah. Hambatan glukoneogenesis di hepar dan utilsasi glukosa jaringan pospat merupakan salah satu faktor terjadinya gangguan pada metabolisme karbohidrat.

Kerusakan metabolisme tubuh yang terjadi pada ginjal dapat diatas dengan memberikan terapi pengganti ginjal yang biasa disebut dengan hemodialisis. Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang paling sering dipilih. Proses hemodialisis memerlukan aliran darah konstan disepanjang sel membran semi-permiabel dengan dialisat di sepanjang sisi lain. Difusi dan konveksi memungkinkan dialisat mengeluarkan senyawa yang tidak diinginkan dari darah serta menambah kembali komponen yang dibutuhkan.

Scott Keatley, pakar nutrisi dari Keatley Medical Nutrition Theraphy mengatakan, metabolisme yang melambat seiring berjalannya usia adalah hal yang wajar. Namun, jika metabolisme mengalami kerusakan atau gangguan tentunya tubuh kita akan memunculkan sinyal-sinyal tanda terjadikan kesalahan pada metabolisme tubuh diantaranya merasa benar-benar letih, rambut dan kulit menjadi kering, nafsu makan bertambah, berat badan bertambah meskipun pola makan terjaga, sering merasa kedinginan dan mood sering menjadi buruk secara tiba-tiba, dapat dicurigai bahwa tubuh kita sedang mengalami gangguan metabolisme tubuh.

Masalah kerusakan metabolisme tubuh selalu menjadi momokyang menyeramkan bagi setiap individu. Masalah yang ditimbulkan tentunya memiliki solusi yang dapat mengurangi tingkat kerusakan metabolisme tubuh. Dikutip dari majalah MensHealth ada beberapa cara untuk mengatasi kerusakan metabolisme tubuh diantara nya diet makanan kaya zat besi, vitamin D, minum susu, tetap beraktivitas fisik, selalu berolahraga, minum air putih yang cukup, makan makanan yang mengandung serat, mencukupi asupan protein, mengkonsumsi kafein, cukup tidur, mengkonsumsi makanan organik, dan sarapan pagi.

Penulis : Riski Widya Saputri

Mahasiswa Universitas Tanjungpura

 

TIDAK ADA KOMENTAR