Manfaat Daging Buah Alpukat untuk Menurunkan Resiko Hiperkolesterolemia

Manfaat Daging Buah Alpukat untuk Menurunkan Resiko Hiperkolesterolemia

BERBAGI
Yulistya Vidyaning Maulidyamahasiswa FMIPA Untan

Thetanjungpuratimes.com– Manusia memerlukan makanan untuk bertahan hidup yang dapat diubah menjadi komponen-komponen yang diperlukan oleh tubuh sebagai energi. Maka dari itu asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh dapat mempengaruhi aktivitas tubuh manusia.Kebanyakan masyarakat jarang atau bahkan tidak memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi yang akan berdampak pada kesehatan. Salah satu penyakit yang dapat timbul akibat pengaruh asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh manusia adalah hiperkolesterolemia, yang merupakan kondisi kadar kolesterol dalam darah meningkat di atas batas normal. Salah satu faktor penyebab hiperkolesterolemia adalah mengonsumsi makanan tinggi lemak atau kolesterol (Yani, 2015). Mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang akan mengendap di dalam pembuluh darah arteri sehingga terjadi penyumbatan aliran darah. Pengendapan kolesterol tersebut dapat mengarah kepada penyakit jantung koroner yang merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia.

Hiperkolesterolemia terjadi karena meningkatnyakadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterol jahat dibandingkan kadar kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang merupakan kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang rendah dapat mengganggu pembentukan kolesterol baik yang bertugas membawa lemak dari jaringan ke hati menjadi terganggu, dengan meningkatnya kadar kolesterol LDL maka lemak dari hati justru dibawa kembali ke jaringan tubuh (Sanhia, dkk., 2015). Kolesterol merupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh (Nirmagustina, 2007), yang berfungsi untuk mengatur proses kimiawi dalam tubuh.

Faktor-faktor lain penyebab hiperkolesterolemia antara lain yaitu obesitas, diabetes mellitus tipe 2, merokok, kurangnya olahraga, faktor keturunan, serta faktor usia. Penyakit hiperkolesterolemia ini dapat dicegah dengan memperbaiki pola makan dengan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak atau kolesterol yang tinggi serta pola hidup untuk rajin berolahraga. Jika hiperkolesterolemia telah menyerang anda, mengonsumsi buah merupakan langkah yang tidak salah, salah satunya dengan memanfaatkan buah alpukat untuk menurunkan resiko hiperkolesterolemia.Mengonsumsi makanan yang bergizi dan buah-buahan salah satunya adalah buah alpukat dapat menurunkan dan mencegah kenaikan kadar lemak dalam darah. Alpukat (Avocado, Persea americana Mill.) pada umumnya berwarna hijau tua dan daging buahnya berwarna kuningseperti mentega dan berbiji satu. Daging buah alpukat bertekstur halus, berserat halus, tebal, empuk, serta memiliki rasa yang gurih dan lezat (Wirakusumah, 2007). Tak heran buah alpukat biasanya menjadi buah favorit bagi masyarakat karena rasanya yang lezat dan menyehatkan bagi tubuh.

Komposisi daging buah alpukat terdiri dari air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral. Kandungan asam lemak jenuh pada alpukat adalah 2,13gram/100gram, sedangkan asam lemak tak jenuh tunggalnya (MUFA) mencapai 9,8gram/100gram. Kandungan MUFA yang banyak terkandung dalam alpukat yaitu asam oleat dalam daging buah alpukat berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan konsentrasi HDL. Buah alpukat merupakan buah yang kaya akan lemak, yaitu lemak nabati yang mudah di olah dan dicerna oleh tubuh. Meskipun buah alpukat memiliki kandungan lemak yang tinggi, tetapi tidak menyebabkan kadar kolesterol LDL meningkat. Seperti yang kita ketahui bahwa penyebab kadar kolesterol LDL meningkat atau yang disebut dengan hiperkolesterolemia jika mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tinggi. Jangan ragu untuk mengonsumsi buah alpukat sesering mungkin karena buah alpukat mengandung lemak nabati tak jenuh yaitu asam oleat yang tidak meningkatkan sintesis kolesterol dalam tubuh sehingga kolesterol total dalam darah tidak meningkat, hal tersebut disebabkan karena terjadi peningkatan metabolisme yang menyebabkan pemecahan adiposa menjadi asam-asam lemak dan gliserol kemudian di oksidasi menjadi energi (Wardani, 2014).

Tak hanya asam oleat saja, kandungan lain pada daging buah alpukat yaitu asam pantotenat merupakan senyawa paling banyak dalam alpukat yang berperan menurunkan kadar kolesterol darah. Asam pantotenat ini disebut juga sebagai vitamin B5 yang akan berubah menjadi pantetin yang akan menghambat enzim HMG Ko-A reduktase dalam sintesis kolesterol sehingga kolesterol darah menurun. Beta-sitosterol adalah senyawa fitokimia derivat phytosterol yang dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan cara menormalkan kadar LDL, trigliserida, dan total lemak darah yang mampu menghambat absorbsi kolesterol dan meningkatkan ekskresi kolesterol dalam darah. Di samping itu, pada buah alpukat juga terdapat vitamin A, C, dan E yang berperan sebagai antioksidan. Vitamin C yang merupakan salah satu dari kandungan yang bersifat antioksidan tersebut dapat membantu reaksi hidroksilasi dalam pembentukan asam empedu sehingga meningkatkan ekskresi kolesterol dan menurunkan kadar kolesterol total dalam darah. Kandungan lain dalam buah alpukat yang dapat menurnkan resiko hiperkolesterolemia yaitu selenoprotein kompleks, vitamin B3, dan glisin (Wardani, 2014).

Cara mengonsumsi buah alpukat dapat dibuat jus ataupun dessert sebagai makanan ringan. Buah alpukat merupakan buah musiman yang relatif mudah ditemukan, baik di pasaran maupun supermarket penyedia buah-buahan. Sehingga dengan ketersebarannya, masyarakat relatif mudah untuk menemukan buah alpukat tersebut. Dengan mengonsumsi buah alpukat setiap hari selama ±3 bulan berturut-turut dapat menurunkan kadar kolesterol LDL penyebab hiperkolesterolemia. Potensi buah alpukat untuk menurunkan resiko kolesterolemia mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan dengan obat-obatan kimia, yaitu rasanya yang lezat dan gurih dan tidak pahit seperti obat-obatan.

Berdasarkan beberapa kandungan pada daging buah alpukat seperti asam oleat, asam pantonat, beta-sitosterol, vitamin A, vitamin B3, vitamin C, vitamin E, selenoprotein kompleks, dan glisin dapat menurunkan resiko hiperkolesterolemia dengan cara menurunkan kadar kolesterol LDL di dalam darah dengan perannya masing-masing. Tak hanya menurunkan resiko hiperkolesterolemia saja, tetapi buah alpukat ini juga dapat menurunkan resiko penyakit lainnya yang berhubungan dengan hiperkolesterolemia seperti penyumbatan darah pada arteri koronaria dan penyakit jantung koroner. Mengonsumsi makanan rendah lemak dan bergizi serta memiliki pola hidup yang baik untuk rajin berolahraga juga merupakan kiat lain untuk menurunkan resiko penyakit hiperkolesterolemia ini. Tak hanya itu, tidak merokok juga termasuk dalam kiat-kiat tersebut, karena zat-zat kimia dalam rokok dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL.

Penulis : Yulistya Vidyaning Maulidya

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

TIDAK ADA KOMENTAR