Pengaruh Kopi pada Kesehatan dan Sistem Metabolisme Tubuh

Pengaruh Kopi pada Kesehatan dan Sistem Metabolisme Tubuh

BERBAGI

Thetanjungpuratimes.com – Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup terkenal di dalam lingkungan masyarakat karena memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Salah satu kandungan pada minuman kopi ialah kafein yaitu derivat xantin yang mempunyai daya kerja sebagai stimulant, terutama pada sistem saraf dan otot.

Menurut Novita dan Aritonang (2017),  kafein merupakan stimulansia sistem syaraf pusat dan metabolik yang menghambat phosphodiesterase dan mempunyai efek antagonis pada reseptor adenosine sentral.

Kopi Mengandung Stimulan

Stimulan adalah zat yang merangsang sistim saraf pusat sehingga mempercepat proses proses dalam tubuh, seperti meningkatnya detak jantung, pernapasan dan tekanan darah. Stimulan dapat membuat orang lebih siaga dan menyembunyikan kelelahan (Hapsari, 2013).

Oleh karena itu, pekerja lembur sering mengkonsumsi kopi sebagai stimulan untuk menjaga daya konsentrasinya.

Apa pengaruhnya bagi kesehatan tubuh?

Kafein yang dikonsumsi dalam dosis kecil mempunyai efek positif. Penelitian secara radiologi oleh Innsbruck Medical University (2005) menemukan bahwa kafein pada dosis 100 mg dapat menigkatkan kinerja otak depan dimana jaringan memori berada.

Akan tetapi dalam kadar yang cukup besar, kafein memiliki pengaruh yang buruk bagi tubuh. Penggunaan kafein yang berlebih dapat menimbulkan jantung berdebar, gangguan lambung, tangan gemetar, daya ingat berkurang, dan susah tidur (Tan dan Raharja, 2002).

Oleh karena itu, kandungan kafein dalam minuman terutama kopi perlu diperhatikan untuk menghindari dampak negatif yang dihasilkan.

Pemerintah telah menetapkan standar kafein pada minuman berenergi yaitu SNI No 01-6684-2002 tentang minuman berenergi. Tujuan dari SNI tersebut adalah untuk melindungi konsumen dari efek negatif kafein yang berlebih. Namun disisi lain, konsentrasi kafein yang telah ditentukan tersebut tidak memberikan efek stamina yang instan bagi konsumen, sehingga dimungkinkan ada produsen yang meningkatkan kadar kafeinnya untuk menghasilkan efek yang cepat bagi pengkonsumsinya. Kadar maksimum pada minuman berenergi berdasarkan peraturan menurut SK Dirjen POM No.PO.04.02.3.01510 dan SNI No 01-6684-2002 yaitu 50 mg persaji (BPOM RI, 2004).

Menurut Hermanto (2017), dosis 100-150 mg kafein merupakan batas aman konsumsi manusia, dan efek yangdiberikan pada takaran ini adalah dapat meningkatkan aktivitas mental yang membuat orang selalu terjaga, sehingga dosis anjuran konsumsi dari produsen minuman berenergi adalah 2-3 kali atau setara dengan 100-150 mg kafein seharinya. Hal ini sebenarnya beresiko terutama bila konsumsi dari minuman berenergi masih disertai dengan minum kopi.

Kopi Dapat Meningkatkan Tingkat Metabolisme

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Semakin tinggi metabolisme, maka makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh.

Menurut Wirahadikusumah (1985), metabolisme adalah segala proses resksi kimia yang terjadi di dalam mahluk hidup  mulai mulai dari mahluk bersel satu yang sangat sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan, sampai kepada manusia, mahluk yang susunan tubuhnya sangat kompleks. Di dalam proses ini mahluk hidup mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Hal utama yang menyebabkan cepat atau lambatnya kenaikan berat badan adalah sistem metabolisme dan proses pembakaran kalori. Semakin tinggi metabolisme, maka makanan lebih cepat dicerna dan membakar kalori lebih besar, sehingga tidak menyebabkan adanya timbunan lemak di tubuh.

Wahyuni (2005) melaporkan bahwa selain dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan lekas marah, kafein juga dapat kafein dapat meningkatkan detak jantung dan metabolisme pada tubuh.

Kafein juga dipercaya dapat memberi dorongan sementara untuk metabolisme tubuh. Dalam hal ini, tubuh akan mencerna makanan untuk menghasilkan energi dan panas sedikit lebih cepat dari biasanya. Proses ini dikenal sebagai thermogenesis. Akan tetapi, pengaruh thermo genesis ini dapat memiliki pengaruh yang berbeda-beda.

Dalam satu studi, peningkatan pembakaran lemak pada orang yang langsing setinggi 29%, sedangkan pada individu yang mengalami obesitas kenaikannya sekitar 10%. Efek kafein pada metabolisme juga cenderung berkurang seiring bertambahnya usia, dengan efek paling terasa terjadi pada orang berusia muda. Kafein dapat meningkatkan kinerja atletik melalui beberapa mekanisme, salah satunya adalah dengan meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan lemak. Studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan kinerja olahraga rata-rata antara 11-12%.

Kafein merupakan salah satu zat yang dimanfaatkan dalam bentuk obat maupun dalam bentuk makanan atau minuman. Tingginya kadar kafein di dalam biji kopi diduga akan menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, dan keguguran terutama bagi penikmat kopi yang memiliki toleransi rendah terhadap kafein. Sedangkan untuk penikmat kopi yang memiliki toleransi tinggi, kafein akan membuat tubuh menjadi lebih segar dan hangat.

Konsumsilah kopi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Hal tersebut merupakan jalan terbaik demi menemukan lebih banyak manfaat dari pada kerugian, karena cara pengonsumsian yang benar akan mendukung pola hidup yang sehat. Dan, jika konsumen hanya ingin merasakan kopi karena rentan atau peka terhadap kafein, maka pilihan yang tepat adalah minum produk kopi yang rendah kafein.

Penulis Arif Sulaiman Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

TIDAK ADA KOMENTAR