Cara Mengatasi Susah BAB Saat Puasa

Cara Mengatasi Susah BAB Saat Puasa

BERBAGI
Foto: Ilustrasi sulit buang air besar (BAB). (Shutterstock)

thetanjungpuratimes.com – Susah BAB atau sembelit saat puasa merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh sebagian orang.

Sembelit atau bahasa medisnya konstipasi adalah kondisi sistem pencernaan seseorang yang mana memiliki kotoran keras yang sulit dikeluarkan. Tidak jarang, hal ini membuat rutinitas BAB menjadi sangat menyakitkan.

Saat Anda merasa sulit buang air besar atau tidak merasa ingin buang air besar selama tiga hari, Anda perlu waspada.

Apa Penyebab Susah BAB saat Puasa?
Sembelit adalah gejala umum yang banyak dialami orang saat puasa. Dalam kebanyakan kasus, susah BAB saat puasa terjadi karena usus besar menyerap terlalu banyak air dari makanan yang ada di usus besar.

Semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, semakin banyak air yang akan diserap usus besar darinya. Akibatnya, kotoran menjadi kering dan keras sehingga frekuensi untuk buang air besar jadi berkurang.

Pada dasarnya kebiasaan buang air besar setiap orang berbeda-beda. Namun biasanya dibutuhkan waktu hingga tiga hari untuk makanan yang dimakan akhirnya dicerna dan diserap tubuh. Sehingga tidak BAB selama lebih dari tiga hari bisa dikategorikan sembelit.

Pasalnya setelah tiga hari, struktur feses akan menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Berikut ini beberapa penyebab susah BAB saat puasa yang dirangkum Hello Sehat.

1. Kurang Serat
Perubahan pola makan selama puasa membuat banyak orang tidak memperhatikan asupan makanannya dengan baik, terutama serat. Padahal makanan yang kaya serat dapat meningkatkan kemampuan gerak peristaltik usus, dan membuat dinding usus lebih mengembang. Sehingga sisa makanan bisa tercerna dengan mudah, dan tidak perlu berlama-lama ada di dalam usus.

2. Kurang Minum
Selain kurang serat, nyatanya susah BAB saat puasa disebabkan karena tubuh Anda tidak terhidrasi dengan baik. Air berperan dalam melarutkan zat-zat makanan dan mengangkut sisa makanan ke dalam sistem pembuangan tubuh.

Nah, jika tubuh Anda dehidrasi akibat kurang asupan air, maka sisa makanan akan sulit terbawa ke sistem pembuangan tubuh. Itu sebabnya sangat penting memenuhi kebutuhan asupan air saat berbuka dan sahur untuk mengurangi risiko sembelit.

3. Terlalu Banyak Konsumsi Produk Susu
Susu bisa memperlambat proses pencernaan Anda karena mengandung serat yang sedikit. Terlalu banyak mengonsumsi susu dan produk olahannya, seperti keju dan es krim dapat menyebabkan susah buang air besar. Apalagi bila Anda tidak mengimbangi dengan mengonsumsi buah dan sayur selama puasa.

4. Sering Menahan BAB
Jika Anda sering mengabaikan dorongan untuk buang air besar, maka dorongan tersebut akan berangsur-angsur hilang sampai Anda akhirnya tidak merasakannya lagi.

Itu sebabnya bagi Anda yang sering menahan buang air besar, sebaiknya segera menghilangkan kebiasaan tersebut. Pasalnya semakin lama Anda menahan buang air besar, maka feses akan semakin lama berada di dalam usus, sehingga membuatnya menjadi keras dan kering.

5. Gangguan Usus
Gangguan lain pada usus yang menyebabkan terjadinya sembelit adalah adanya gangguan fungsi otot pada usus. Seperti munculnya tumor di dalam usus, adanya jaringan parut (adhesi), terjadi peradangan atau infeksi di kolon (usus besar), penyempitan yang abnormal pada kolon dan rektum sehingga akan membuat proses pencernaan terganggu.

Cara Mengatasi Sembelit saat Puasa
Melakukan perubahan gaya hidup merupakan salah satu cara mengatasi susah BAB saat puasa. Perubahan gaya hidup ini meliputi;

1. Pastikan Anda memenuhi asupan cairan selama puasa minimal 8 gelas per hari. Anda bisa mengonsumsi air putih 2 gelas saat berbuka, 2 gelas saat sahur, dan 4 gelas sepanjang malam.

2. Perbanyaklah makanan yang mengandung serat, misalnya dengan makan sayur, buah, biji-bijian, sereal, kacang-kacangan, gandum, dan beras merah.

3. Hindari produk olahan susu, kafein, alkohol dan rokok

4. Olahraga teratur minimal 30 menit setelah berbuka dengan intesitas ringan sampai sedang.

5. Jangan menunda keinginan untuk buang air besar dan mulailah untuk mengatur kebiasaan buang air besar.

6. Tidak sembarangan mengonsumsi obat pencahar tanpa rekomendasi dari dokter.

(Suara.com/Adi)

TIDAK ADA KOMENTAR