Mahasiswa Ners Untan Adakan Terapi Aktivitas Kelompok Untuk Lansia 

Mahasiswa Ners Untan Adakan Terapi Aktivitas Kelompok Untuk Lansia 

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Mahasiswa profesi ners untan angkatan V telah mengikuti stase gerontik dan melaksanakan terapi aktivitas kelompok bagi para lansia di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Mulia Dharma Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu, 7 Juli 2018.

Adapun terapi yang dilakukan yaitu teknik relaksasi otot progresif yang merupakan suatu metode non farmakologis untuk mengatasi berbagai macam permasalahan pada lansia diantaranya mengatasi stress, kecemasan, insomnia dan juga dapat membangun emosi  positif. Salah satu metode relaksasi otot progresif adalah dengan menegangkan dan mengendurkan otot-otot yang dapat dilakukan dimulai dari kepala dan leher sampai ke jari-jari kaki. “Saya sangat senang mengikuti relaksasi otot karena menjadi hal baru yang dapat dilakukan untuk menghilangkan stress” ungkap Siti Fatimah sebagai salah satu lansia yang merespon dengan baik kegiatan ini.

Selain itu terapi antimainstream yang dipilih oleh Mahasiswa Profesi Ners Untan Angkatan V yaitu  terapi okupasi dengan mengecat botol dengan berbagai warna yang dikreasikan oleh para lansia yang mana botol tersebut juga dapat digunakan sebagai celengan. Dosen Koordinator Stase Gerontik Ns.Djoko Priyono,M.Kep mengatakan tujuan dilakukan kegiatan ini sebagai wujud dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan, mengingat para lansia di panti sangat jauh dari keluarga sehingga para lansia tidak lepas dari masalah psikososial seperti kesedihan, kecemasan dan depresi. Oleh karena itu diperlukan kegiatan yang seperti ini untuk membantu masalah tersebut seperti yang telah dilakukan mahasiswa ners untan yaitu terapi okupasi dan relaksasi otot progresif.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh pembimbing akademik Mahasiswa Ners Untan, Rakhmat Hariyadi, A.Md.,Kep yang merespon positif kegiatan ini. “terapi aktivitas kelompok bagi para lansia telah berjalan dengan lancar, sangat baik, dan dapat menjadi ajang berkumpul dan bertemunya para lansia di berbagai wisma yang berbeda. Mengingat ada beberapa lansia yang jarang bersosialisi sehingga pada kesempatan ini para lansia juga dapat berinteraksi”.

Terapi aktivitas kelompok diikuti oleh 28 lansia dari wisma 1-10. Adapun kriteria lansia yang mengikuti kegiatan ini yaitu para lansia yang kooperatif dan tidak mengalami gangguan kesehatan yang berat.

Penulis

Rana ( Mahasiswa Ners Untan)

 

TIDAK ADA KOMENTAR