Puluhan Turis Kunjungi Rumah Besar Mbah Kasan Gendon Tebang Kacang

Puluhan Turis Kunjungi Rumah Besar Mbah Kasan Gendon Tebang Kacang

BERBAGI
Foto : Para turis mencoba alat gamelan dan wayang kulit

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com- Desa Tebang Kacang, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat menjadi tempat tujuan salah satu  kunjungi para turis pada Senin Sore (16/05/2018).

Para turis mengunjungi Desa Tebang Kacang tepatnya di Rumah Besar Mbah kasan Gendon, Dusun Wonosari, mereka datang dan melihat situs sejarah dan kebudayaan yang ada di sana.

Turis yang datang berasal dari 16 negara yaitu dari Canada, Russia, China , Morocco, MoC, Spain, Thailand, vietnam , Malaysia, Egypt, Turkey, Iraq, Czech Republic, India, Bangladesh dan Tanzania.

Kedatangan mereka disambut dengan sangat baik oleh masyarakat desa Tebang Kacang, masyarakat menampilkan kesenian silat Mbah Kasan Gendon, musik Gamelan serta wayang kulit yang masih dilestarikan dengan baik oleh masyarakat Dusun Wonosari, Desa Tebang Kacang.

Tidak hanya itu, tamu warga negara asing ini di suguhi makanan – makanan yang di bungkus daun pisang, buah rambutan asli desa Tebang Kacang serta di ajak mencoba alat musik gamelan dan wayang kulit.

Para turis ini merupakan anggota AIESEC (Association For The International Exchange Of Students In Economics And Commerce) organisasi internasional di bidang pemberdayaan pemuda sebagai relawan untuk proyek-proyek sosial.

Vice President of Incoming Global Volunter AIESEC Untan, Chandra Kurniawan, yang membawa rombongan turis ini mengatakan bahwa mereka ke desa Tebang Kacang untuk mengenalkan budaya, sejarah dan hasil pertanian yang sudah lumayan dikenal.

“ Jadi kita (AIESEC Untan)  bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Untan membawa mereka untuk membantu mereka dalam mengerjakan proyeknya di bidang lingkungan lingkungan, pariwisata (Tourism), Sosiopreneur dan Pendidikan”, tuturnya.

Chandra Kurniawan mengutarakan desa tebang kacang tujuan yang tepat untuk membantu para turis membuat proyek atau rencana pekerjaan di bidang sosial.

Salah seorang turis dari Spanyol yang belajar di Universitas Barcelona mengatakan dirinya sangat kagum  dengan kebudayaan Indonesia yaitu budaya jawa yang di tampilkan oleh warga Desa Tebang Kacang di Rumah Besar Mbah Kasan Gendon.

“This is Very fantastic, they perform Culture of Indonesia, I recomend All poeple to come and see culture of this Village” ujarnya.

Sementara itu, Salah seorang turis dari Maroko yang belajar di Universitas Francis, Salma, mengatakan bahwa ini baru pertama kali dirinya merasakan hal yang mengesankan karena masyarakat di desa Tebang Kacang memperlakukan dirinya seperti berada tempat seperti rumah kedua bagi mereka.

“ It’s Awesome like we feel like home because this poeple is very well welcome, they are so kind si nice so excited to have between them, I’ve never experienced something like this before, pungkasnya.

Foto : Salma, Turis dari Maroko

Warga Desa Tebang Kacang, Satimin dan Tugino mengutarakan bahwa mereka merasa senang bisa dikunjungi oleh turis dari berbagai negara, mereka berharap kunjungan ini tidak berhenti sampai disini tetapi tetap berkelanjutan hingga kebudayaan desa Tebang Kacang bisa di kenal hingga manca negara.

“ Kami Bangga dan menyambut dengan sangat antusias, kami juga berharap ini bisa di lihat sampai keluar negeri dan tidak  hanya sampai disini, tetapi bisa berkelanjutan,”tuturnya.

Dusun Wonosari, Desa tebang kacang dikenal memiliki banyak sejarah, budaya salah satunya peninggalan sejarah Rumah Mbah kasan Gendon yang telah ada sejak zaman perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Hingga saat ini Rumah tersebut digunakan masyarakat desa bersama-sama untuk memeperkenalkan sejarah dan budaya masyarakat Dusun Wonosari, Desa Tebang kacang serta digunakan untuk acara-acara desa seperti tahun baru Islam, dan acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

(Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR