Tingkatkan Kapasitas dan Produktivitas Tenun Corak Insang, PPM PPPUD 2018 Adakan Pelatihan...

Tingkatkan Kapasitas dan Produktivitas Tenun Corak Insang, PPM PPPUD 2018 Adakan Pelatihan Teknik Pencelupan Warna Benang

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, sebuah nama yang sudah semakin tidak asing di telinga warga Kota Pontianak maupun aparat Pemerintah Kota sejak dicanangkan tahun 2017 lalu. Lokasinya yang masih berada di dalam Kota Pontianak tepatnya di Gang Sambas Jaya Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, secara geografis berada pada posisi yang strategis karena berada di antara Tugu Khatulistiwa dan Makam Kesultanan di Batu Layang menjadikannya layak untuk dijadikan objek baru wisata kota.

Keberadaan rumah tenun yang berjumlah 16 rumah di dalam kawasan kampung wisata tenun khatulistiwa dengan jumlah alat tenun sebanyak 52 buah dan sebagian besar warga terutama ibu-ibu dan remaja putri di dalam kawasan yang memiliki kemampuan menenun menjadikannya potensi yang tidak bisa dipandang sebelah mata untuk menjadi aset wisata kota.

Dalam upaya pengembangan produktivitas tenun, perhatian pada kemampuan meningkatkan kuantitas serta menjaga kualitas produk menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan usaha ini. Permasalahan yang ditemui pada penenun salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan serta skill dalam teknik pewarnaan benang yang menjadi hulu dari proses menenun. Hal ini memberikan pengaruh besar, karena kuantitas produk dan kecepatan produksi akan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan benang sebagai bahan dasar aktivitas menenun, dikarenakan dalam proses menenun khususnya tenun corak insang, proses pewarnaan benang merupakan faktor kunci dalam menghasilkan tenun dengan motif corak insang.

“Untuk menjawab permasalahan tersebut, setelah didiskusikan bersama kelompok penenun, maka disepakati salah satu kebutuhan pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan teknik pencelupan warna benang. Tindak lanjut dari rekomendasi itu, kemudian diselenggarakanlah kegiatan pelatihan yang masuk dalam salah satu agenda pendampingan dari tim kami pada Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) 2018 dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti)” Ungkap Husna Amalya Melati, S.Si, M.Si selaku ketua Tim PPPUD.

Kegiatan yang diikuti oleh 2 kelompok penenun di dalam kawasan tersebut yaitu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pucuk Rebung dan KSM Mekar II dilaksanakan dengan dua sesi yaitu sesi teori dan praktek. Dimana di sesi teori, peserta diberikan pengetahuan terkait metode pewarnaan benang beserta tahapan pewarnaan termasuk bahan dan alat yang diperlukan pada proses pewarnaan. Di sesi berikutnya peserta langsung mempraktekkan teknik pencelupan warna benang sehingga didapat kombinasi warna yang diinginkan sesuai warna motif yang akan ditenun nantinya.

“Dalam teknik pencelupan warna benang memang terdapat tingkat kesulitan dalam pengerjaanya, dimana diperlukan formulasi komposisi bahan dasar pewarna yang digunakan serta ketepatan dalam tahapan prosesnya karena hal tersebut akan mempengaruhi hasil warna yang diharapkan. Misalnya dalam komposisi pencampuran bahan kimia yang digunakan seperti tunjung (FeSO4), tawas, natrium karbonat/soda abu (Na2CO3) dan Kapur Tohor (CaCO3). Dalam pencampurannya bersama dengan pewarna tekstil, akan menghasilkan tingkat kepekatan warna yang diinginkan, termasuk dalam proses pencelupan, proses pencucian, peras dan pengeringan serta penggunaan suhu air panas juga akan memberikan pengaruh pada hasil warna yang didapat. Oleh karena itu, pada aplikasinya diperlukan beberapa eksperimen sederhana untuk memperoleh komposisi bahan yang tepat dengan warna yang diinginkan sebelum proses secara massal dilakukan”. Jelas ketua tim PPPUD yang juga berprofesi sebagai dosen di Prodi Pendidikan Kimia FKIP UNTAN ini.

Namun dalam prakteknya, para penenun mengaku sangat senang sekali dengan dilaksanakannya pelatihan ini, karena memang selama ini, teknik ini yang belum mampu dikuasai oleh sebagian besar para penenun di Kampung Wisata tenun Khatulistiwa. “kami berharap dengan pelatihan teknik pencelupan warna benang ini, kami sebagai penenun dapat menyediakan sendiri warna benang sebagai bahan dasar pembuatan kain tenun ini, sehingga permintaan pasar terhadap warna kain dan jumlah kain yang dipesan konsumen dapat kami penuhi” ungkap Kurniati, ketua KSM Mekar II.

Selain pelaksanaan pelatihan tersebut, masih terdapat beberapa pelatihan dan kegiatan lanjutan yang akan diselenggarakan oleh Tim PPPUD yang beranggotakan Yudithya Ratih, S.T, M.T dari Teknik Arsitektur POLNEP dan Metasari Kartika, SE, ME dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan di tahun 2018 ini antara lain : Pelatihan menjahit sebagai upaya mendukung diversifikasi produk, Pelatihan menganik tahap lanjut, Pelatihan bahasa inggris, Pelatihan Internet Marketing, pembuatan packaging, pameran serta pendaftaran hak cipta sebagai bagian dari upaya mendorong tenun corak insang menjadi produk unggulan daerah khususnya di Kota Pontianak yang menjadi kebanggaan di masa yang akan datang.

(Rilis/Adi)

TIDAK ADA KOMENTAR