Indonesia Turun Bergeser ke Peringkat Empat Negara Pengoleksi Kayu Terbesar Dunia

Indonesia Turun Bergeser ke Peringkat Empat Negara Pengoleksi Kayu Terbesar Dunia

BERBAGI
Foto : Sosialisasi Alat indentifikasi kayu otomatis dan rencane pengembangan xylarium insentif dan pengembangan INSINAS dan PPTI di Universitas Tanjungpura/ Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Peringkat Indonesia bergeser dari sebelumnya tercatat peringkat Tiga memiliki koleksi kayu terbesar dunia, kini menjadi peringkat Empat dengan 67. 864 spesimen setelah Belgia dengan 69.000 spesimen, Amerika Serikat dengan 105.000 spesimen dan Belanda dengan 125.000 spesimen.

Hal tersebut diutarakan Peneliti Puslitbang Hasil Hutan Bogor  Listya Mustika Dewi,  saat memberikan sosialisasi terkait  alat indentifikasi kayu otomatis dan rencana pengembangan xylarium insentif dan pengembangan Insentif Riset Inovasi Nasional (Insinas) dan Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) di Universitas Tanjungpura, Selasa (4/9/2018).

Foto : Listya Mustika Dewi,S. Hut., MForEcosysSc., Peneliti Puslitbang Hasil Hutan Bogor Laboratorium Anatomi Tumbuhan/ Sukardi

Ternyata setelah di cek kembali kita telah bergeser di urutan keempat, padahal Indonesia mempunyai biodiversitas yang tinggi khususnya jenis kayunya yang mencapai kurang lebih 4000 jenis”, ujar Listya Mustika Dewi.

“Hal ini mendorong kami untuk bertekad menjadi No. 1 dunia dengan dukungan penuh dari  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Kemenrisktekdikti dengan menargetkan penambahan koleksi kayu 70 ribu spesimen”, tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Teknologi Industri Bidang Pangan dan Kesehatan Obat Kemenristekdikti, Desmelita menyampaikan Kemenrisktedikti bekerjasama dalam memberikan dana pengadaan alat yang akan dipakai mengenal jenis-jenis kayu.

“ Kita memberi dana penelitiannya mengenai alat yang akan di pakai, kemudian alat itu akan di launching, saat ini lagi di uji” ucapnya.

Desmelita meyakini target yang ingin di capai lebih dari 70 ribu spesimen kayu yang ada di Indonesia akan bisa tercapai.

Foto : Dra. Hj. Desmelita, M.S.c, Kasubdit Pengembangan Teknologi Industri Bidang Pangan dan kesehatan Obat Kemenristekdikti/ Sukardi

“  Kita sudah melihat dengan beberapa perguruan tinggi contohnya saja Untan yang memiliki lahan Hutan ribuan hektar itu kemungkinan banyak macam kayunya yang spesiesnya berbeda-beda”, ucapnya.

Ia menambahkan kerjasama ini juga dilakukan dengan berbagai pihak yang terkait seperti perusahaan pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH), perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI),LSM serta masyarakat umum.

Deklarasi untuk menjadi negara Nomor Satu Negara pengoleksi kayu terbanyak dunia akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 23 September 2018.

(Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR