Cerita Dua Mahasiswi FKIP Untan Praktik Mengajar di Filipina

Cerita Dua Mahasiswi FKIP Untan Praktik Mengajar di Filipina

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Dua mahasiswi FKIP Untan yaitu Ariza Fitriani Safira dan Restu Winarsih mengikuti program Praktik Mengajar di Filipina (13/9/2018).

Mereka Bercerita telah  melakukan praktik mengajar selama sebulan di Central Luzon State University Science High School di Kota Munoz, Filipina.

Salah Satunya Ariza Fitriani Safira, mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Untan mengatakan disana mereka mengajar seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mengajar dan diberikan pengarahan oleh mentor.

“Saya mengajar fisika kelas 10, tapi kalau di Filipina kelas 10 itu masih SMP jadi “mereka SMPnya selama Empat tahun, jad saya mengajar kelas 4 SMP”, ujarnya.

Selama Praktik mengajar disana, Ariza melihat bahwa sistem belajar mengajar di Filipina punya beberapa perbedaan dengan sistem belajar di Indonesia seperti waktu belajar berbeda.

“ Disana mereka masuk pukul 7.30, dan pulangnya jam 17.00, sementara  satu jam pelajaran hanya 30 menit dan satu mata pelajaran sekitar satu jam, lalu metodenya tidak jauh berbeda pakai powerpoint, pakai games juga” ucapnya.

Sementara itu, Restu Winarsih yang mengajar pendidikan bahasa Inggris bercerita bahwa murid sekolah di Filipina lebih fasih mengunakan bahasa Inggris karena bahasa Inggris menjadi bahasa kedua mereka.

“Mapel bahasa Inggrisnya itu dia lebih ngajar ke Literatur, jadi waktu itu saya diberikan topik tentang afrika literatur jadi saya mengajar sejarah dan grammar yang mereka gunakan tingkatannya lebih tinggi karena mereka disana bahasa Inggris itu bahasa kedua”, ucapnya.

Restu menambahkan bahwa di Sekolah-sekolah Filipina diterapkan pemberian penghargaan bagi murid yang mempunyai prestasi tidak hanya di bidang akademik tetapi juga di bidang kebersihan, kehadiran sikap serta perilaku.

“ Kalau untuk tempat kita teaching practice mereka memberikan medali buat siswa-siswinya misalnya classroom award jadi kemungkinan ada lebih dari satu siswa yang dapat jadi mereka yang berprestasi tapi tidak hanya dari nilai, tapi juga dari attendance sikap juga di observe” ujarnya.

Restu berharap penerapan Award bagi murid-murid berprestasi ini bisa di terapkan di Indonesia untuk mendorong siswa-siswi berlomba-lomba dalam mencetak prestasi.

Program Praktik mengajar The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) ini memfasilitasi mahasiswa untuk mengajar di negara-negara ASEAN.

(Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR