FKIP Untan Selenggarakan Pelatihan Bagi Guru dan Dosen Penguji UKIN PPG

FKIP Untan Selenggarakan Pelatihan Bagi Guru dan Dosen Penguji UKIN PPG

BERBAGI
Foto : Kasubdit Kompetensi Direktorat penjaminan Mutu Dirjen Belmawa Kemenrisktekdikti, Rahayu Retno Sumarni, M.Pd memberikan materi pada pelatihan penguji UKIN PPG FKIP Untan/ Kurniadi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com-  Ratusan peserta dari Guru dan Dosen mengikuti pelatihan penguji Ujian Kinerja (UKIN) Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Untan (25/9/2018).

Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Prof Dr H Thamrin Usman DEA membuka kegiatan serta memberikan kata sambutan pada pelatihan Penguji UKIN PPG FKIP Untan yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Untan.

Prof Thamrin menjelaskan pentingnya tes kompetensi bagi guru profesional dalam memecahkan permasalahan yang  begitu kompleks di kelas.

“ Mereka (mahasiswa PPG) sebelum lulus memperoleh gelar profesi gurunya mereka harus lulus tes berbasis pada kasus, pasti banyak kalau di kumpulkan kasus di Classroom (Kelas)”, Ujar Prof Thamrin saat memberikan sambutannya.

Foto :Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Prof Dr H Thamrin Usman DEA memberikan kata sambutan pada pelatihan Penguji UKIN PPG FKIP Untan

Kegiatan pelatihan ini dihadiri oleh Kasubdit Kompetensi  Direktorat penjaminan Mutu Dirjen Belmawa Kemenrisktekdikti, Rahayu Retno Sumarni, M.Pd, Dekan FKIP Untan Dr. Martono M.Pd dan juga Wakil Rektor Untan Bidang Akademik Dr. Aswandi.

Retno menyampaikan bahwa pelatihan UKIN PPG yang diadakan ini untuk menyamakan persepsi bagi para peserta calon penguji UKIN.

Retno melanjutkan bahwa guru yang lulus program PPG akan mendapat sertifikasi pendidik, baik guru dalam jabatan maupun prajabatan. Untuk lulus uji kompetensi di akhir program PPG, peserta harus melalui dua tahap yaitu uji pengetahuan dan uji kinerja. Jadi uji kompetensi mengharuskan seluruh pendidikan profesi wajib melalui proses ujian seperti ini sesuai kebijakan dan aturan yang ada. Hal itu mengacu pada praktik yang sudah dilakukan oleh program profesi lain seperti uji kompetensi dokter, perawat, dan bidan.

Retno juga menambahkan, Direktorat Penjaminan Mutu selalu mengawal mutu pelaksanaan uji ini, baik standarisasi sistem, pelaksanaan, dan penyusunan instrumen UKIN dan uji pengetahuan untuk semua profesi, sehingga memiliki sistem berbeda di setiap uji kompetensi.

(Agus Supriadi)

TIDAK ADA KOMENTAR