Hilirisasi Teknologi Aerator Mobile untuk Pembudidaya Ikan dengan KJA

Hilirisasi Teknologi Aerator Mobile untuk Pembudidaya Ikan dengan KJA

BERBAGI

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPKM) Universitas Tanjungpura bekerjasama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Risbang Ristek Dikti) melakukan hilirisasi teknologi Aerator Mobile untuk kelompok pembudidaya ikan dengan Keramba Jala Apung (KJA) dan diversifikasi hasil ikan bagi PKK di Kabupaten Mempawah, Kalbar.

Puncak acara kerjasama tersebut terwujud dalam peluncuran produk yang merupakan hilirisasi teknologi yang diadakan pada tanggal 1 Oktober 2018 di Kabupaten Mempawah. Perikanan di Kabupaten mempawah merupakan salah satu sektor unggulan terutama dengan budidaya menggunakan keramba jala apung (KJA).

Usaha tersebut ternyata tidak hanya untuk pemenuhan di kota Mempawah, akan tetapi juga dikirim ke daerah terdekat bahkan hingga ke perbatasan Entikong. Kendala selama pengiriman karena ikan tidak dapat bertahan lama dalam kemasan kantong plastik yang diberikan oksigen, selain itu sering terjadi kebocoran plastik karena terkena duri dari ikan serta harga plastik yang relatif mahal.

Penanganan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan alat aerator mobile yang menggunakan sumber energi surya kemudian dikonversi menjadi energi listrik melalui accu sehinga dapat menggerakan mesin penghasil oksigen untuk diletakkan dalam bak air yang terisi ikan. Adanya aerator yang terpasang pada alat transportasi seperti mobil maka ikan akan tetap segar sampai tujuan ujar Dr. Eng Ferry Hadari, S.T., M.Eng.

Sebagai usaha meningkatkan pendapatan juga diberikan alternatif pengolahan ikan yaitu menjadi nugget dan kornet. Dr. Ir. Yohana Sutiknyawati K. D., M.P mengatakan bahwa pengolahan tersebut juga dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan dan sayur, karena pengolahan menggunakan penambahan sayur yang dapat divariasikan sesuai selera. Paling tidak usaha peningkatan konsumsi dapat sampai ke tingkat rumah tangga tambah Oke Anandika Lestari, STP, MSi.

Harapan besar kedepannya pengetahuan pengolahan ikan dapat juga menjadi nilai tambah sebagai sumber pendapatan atau bahkan dapat menjadi bumdes yaitu produk unggulan di daerah ujar Ibu Katharine Angela Oendoen sebagai narasumber dengan tema peran wanita dalam mendukung pembangunan daerah pesisir.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(R/Adi)

 

 

 

 

 

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY