Sebanyak 1.077 PMI Kalbar Bekerja di Luar Negeri

Sebanyak 1.077 PMI Kalbar Bekerja di Luar Negeri

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Animo masyarakat Kalimantan Barat untuk bekerja ke luar negeri pada 2018 masih terbilang cukup tinggi. Hal itu terlihat dari data yang dirilis oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak pada saat menggelar Coffee Morning dengan rekan – rekan wartawan, Selasa (9/10/2018) pagi.  

Berdasarkan data SISKOTKLN (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri) yang dimiliki oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia melalui unit kerjanya di Kalimantan Barat yaitu BP3TKI Pontianak tercatat angka penempatan Pekera Migran Indonesia (PMI) sepanjang triwulan ketiga tahun 2018, sebanyak 1.077 orang ke sejumlah negara penempatan PMI antara lain ke negara Malaysia sebanyak 973 orang, Brunei Darussalam sebanyak 82 orang, Taiwan sebanyak 11 orang, Solomon Island sebanyak 4 orang, Papua Nugini sebanyak 1 orang dan Congo sebanyak 2 orang, Singapura sebanyak 2 orang, Oman sebanyak 1 orang dan Arab Saudi sebanyak 1 orang. Para PMI ini bekerja pada sektor Formal sebanyak 1.058 orang dan sektor Informal sebanyak 19 orang. Adapun pembagian berdasarkan jenis kelamin yaitu Laki-laki sebanyak 717 orang dan Perempuan sebanyak 360 orang.

Menurut Kepala BP3TKI Pontianak, Maruji Manulang, SE, M.Si bahwa penempatan PMI ke luar negeri merupakan salah satu program pemerintah dalam mengatasi angka pengangguran yang masih cukup tinggi.

“Kalau data BPS menyebutkan bahwa jumlah pengangguran di Kalimantan Barat tahun 2017 mencapai angka 107.000 jiwa dan penempatan PMI tahun ini yang melalui BP3TKI Pontianak sudah mencapai 1.077 orang artinya angka pengangguran tadi bisa berkurang dengan adanya penempatan PMI ke luar negeri . Memang angkanya masih relatif kecil namun bisa mengurangi salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujar Maruji Manulang.

Disinggung soal inovasi dalam memberikan kemudahan terhadap PMI di Kalimantan Barat untuk bekerja ke luar negeri. Maruji Manulang menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan pemerintah daerah propinsi Kalimantan Barat dan 5 kabupaten perbatasan yaitu Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu serta instansi terkait lainnya berkomitmen secara bersama-sama untuk mewujudkan Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan TKI wilayah perbatasan dalam bentuk pendirian Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA).

Akhir 2017 lalu yaitu LTSA P2TKI Sambas telah diresmikan oleh Bupati Sambas dan Deputi Penempatan BNP2TKI dan Januari 2018 LTSA P2TKI Entikong juga menyusul diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat. LTSA P2TKI ini yang kita harapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan kemudahan pelayanan terhadap PMI karena dalam LTSA sudah terintegrasi semua layanan pemerintah yang terkait dengan proses penempatan PMI ke luar negeri yaitu layanan kependudukan oleh Disdukcapil, layanan ketenagakerjaan oleh Disnaker dan BP3TKI/ P4TKI, layanan paspor oleh Kantor Imigrasi, layanan SKCK oleh Polres dan layanan jaminan sosial oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, PMI cukup datang ke LTSA, semua persyaratan dan prosedur menjadi PMI bisa selesai dalam satu tempat tersebut.

“Sejak kehadiran LTSA P2TKI di Sambas jumlah PMI yang berangkat melalui layanan terpadu tersebut cukup menggembirakan, angka penempatannya mencapai  897 orang yang kalau dirata-ratakan 80 – 90 orang  perbulan. Kita berharap bahwa pemanfaatan layanan terpadu ini semakin meningkat ke depan sehingga penempatan un prosedural bisa bisa menurun,” ujarnya.  

Sebagai tambahan informasi bahwa penempatan PMI di Kalimantan Barat mayoritas masih melalui skema PPTKIS dan sebagian kecil lainnya melalui skema Mandiri/Re-entry maupun Government to Government (G to G). Adapun data penempatan PMI asal Kalimantan Barat menurut daerah asal per kabupaten/ kota, berturut-turut berdasarkan jumlah terbanyak yaitu Kabupaten Sambas 892 orang, Kota Pontianak 57 orang, Kabupaten Kubu Raya 56 orang, Kabupaten Mempawah 16 orang, Kota Singkawang 15 orang, Kabupaten Bengkayang 9 orang, Kabupaten Sanggau 5 orang, Kabupaten Landak 4 orang, Kabupaten Kapuas Hulu 1 orang, Kabupaten Kayong Utara sebanyak 2 orang, Kabupaten Sekadau sebanyak 1 orang. Sementara Kabupaten Ketapang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Sintang tidak menempatkan PMI berdasarkan data yang ada.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY