Mahasiswa Magister Teknik FT Untan Pelajari Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Analytic...

Mahasiswa Magister Teknik FT Untan Pelajari Sistem Pendukung Keputusan Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP)

BERBAGI
Foto : Dr. Nurhayati, S.T., M.T. saat memberikan materi kepada mahasiswa Magister Teknik FT Untan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Program Studi Magister Teknik Elektro dan Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura kembali melaksanakan kegiatan pelatihan Program Hybrid Optimisation Model For Electric Renewables (Homer) dan Sistem Pendukung Keputusan  bagi para mahasiswanya dengan narasumber Dr. Nurhayati, S.T., M.T. dan Ayong Hiendro, S.T., M.T. (10/11/2018).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua Program Studi Magister Teknik yang ada di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, yaitu Pogram Studi Teknik Elektro yang diketuai oleh Dr. Purwoharjono, S.T., M.T. dan Sekretarisnya Dr. Redi Ratiandi Yacoub, S.T., M.T., serta Program Studi Magister Teknik Sipil yang diketuai oleh Dr. Nurhayati, S.T., M.T. Kegiatan Workshop ini berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 10 hingga 11 November 2018 dan bertempat di Gedung Magister Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.

  1. Pelatihan Sistem Pendukung Keputusan

Kemampuan mengambil keputusan yang cepat dan cermat akan menjadi kunci keberhasilan dalam persaingan global di waktu mendatang. Memiliki banyak informasi saja tidak akan cukup, bila tidak mampu meramunya dengan cepat menjadi alternatif-alternatif terbaik untuk pengambilan keputusan.

Diperlukan metodologi berupa sistem pendukung keputusan yang mempertimbangkan banyak kriteria dengan berbagai alternatif, sehingga dapat diputuskan alternatif terbaik yang bisa dipakai atau dimplementasikan oleh para pengambil kebijakan.

Salah satu metode yang dipakai dalam pengambilan keputusan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP merupakan suatu bentuk model pendukung keputusan yang banyak digunakan untuk pengambilan keputusan dengan kriteria beragam dan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan yang mengandalkan intuisi sebagai input utamanya.

  1. Pelatihan HOMER

HOMER adalah singkatan dari The Hybrid Optimisation Model for Electric Renewables, salah satu tool populer untuk desain sistem menggunakan energi terbarukan. HOMER mensimulasikan dan mengoptimalkan sistem pembangkit listrik baik stand-alone maupun grid-connected yang dapat terdiri dari kombinasi turbin angin, photovolaic, mikrohidro, biomassa, generator (diesel/bensin), microturbine, fuel-cell, baterai, dan penyimpanan hidrogen, melayani beban listrik maupun termal.

HOMER mensimulasikan operasi sistem dengan menyediakan perhitungan energy balance untuk setiap 8,760 jam dalam setahun. Jika sistem mengandung baterai dan generator diesel/bensin, HOMER juga dapat memutuskan, untuk setiap jam, apakah generator diesel/bensin beroperasi dan apakah baterai diisi atau dikosongkan.

HOMER menentukan konfigurasi terbaik sistem dan kemudian memperkirakan biaya instalasi dan operasi sistem selama masa operasinya (life time costs), seperti biaya awal, biaya penggantian komponen-komponen, biaya O&M, biaya bahan bakar, dan lain-lain. Saat melakukan simulasi, HOMER menentukan semua konfigurasi sistem yang mungkin, kemudian ditampilkan berurutan menurut net presents costs – NPC (atau disebut juga life cycle costs). Jika analisa sensitivitas diperlukan, HOMER akan mengulangi proses simulasi untuk setiap variabel sensitivitas yang ditetapkan. Error relatif tahunan sekitar 3% dan error relative bulanan sekitar 10%.

Harapan kami dari Program Studi Magister Teknik Teknik Elektro dan Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan Mahasiswa Magister Teknik Elektro dan Magister Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura dalam menentukan model atau metode yang dapat digunakan untuk penelitian tesisnya dan setelah mereka lulus menjadi alumni Magister Teknik Untan diharapkan juga dapat menerapkan langsung metode-metode tersebut di instansi mereka masing-masing.

(Herry Sujaini)

TIDAK ADA KOMENTAR