Polda Kalbar Ungkap Kasus Judi Online Bola dan Togel, Ini Kata Ahli...

Polda Kalbar Ungkap Kasus Judi Online Bola dan Togel, Ini Kata Ahli IT Untan

BERBAGI
Foto: Kepala TIK Untan, Dr Herry Sujaini saat press conference pengungkapan kasus permainan judi online bola dan togel, bertempat di Mapolda Kalbar, Senin (3/12/2018).

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kapolda Kalbar bersama Irwasda Polda Kalbar, Dir Reskrimsus Polda Kalbar, serta Kepala UPT TIK Universitas Tanjungpura (Untan) melakukan press conference pengungkapan kasus permainan judi online bola dan togel, bertempat di Mapolda Kalbar, Senin (3/12/2018).

Empat tersangka kasus permainan judi online bola dan togel diamankan yakni JH (54) TM (52), LS (51), dan JN (34), mereka diduga melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diakses nya informasi dan transaksi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Kepala UPT TIK (Ahli IT) Untan, Dr Herry Sujaini mengatakan para pelaku judi online lebih mudah melakukan aksinya dan namun sulit untuk dilacak. “Judi online sama saja dengan judi konvensional, judi online pelaku lebih mudah beraksi dan agak sulit dilacak karena dengan kemajuan teknologi sekarang ini semuanya ada di dunia maya,” katanya.

Polda Kalbar gelar press conference pengungkapan kasus permainan judi online bola dan togel, bertempat di Mapolda Kalbar, Senin (3/12/2018).

Herry Sujaini menuturkan, judi online lebih gampang berkembang karena para pelaku bisa lebih cepat dengan adanya media sosial. Saat ini secara teknologi belum ada yang 100 persen algoritma untuk downkan situs judi dan dari Kominfo juga kesulitan karena website saat ini gampang dibuat.

“Hari ini 100 website yang downkan hanya dalam waktu satu menit bisa 1000 website buat, itu kesulitan Kominfo. Untuk mengatisipasi judi online ini memang harus dari bantuan masyarakat, secara teknologi belum maksimal untuk mengantisipasi,” jelasnya.

Herry Sujaini menambahkan, para orangtua memang tidak bisa melepaskan anak 100 persen untuk penggunaan teknologi kepada anak-anaknya. “Bukan hanya untuk judi online tetapi juga hal-hal negatif yang  bisa dapat di internet baik pornografi, kekerasan dan sebagainya,” tambahnya.

(adi)

 

TIDAK ADA KOMENTAR