Pemanfaatan Gambut Demi Kedaulatan Pangan

Pemanfaatan Gambut Demi Kedaulatan Pangan

BERBAGI
Sidang Terbuka Promosi Doktor: Dr. Ir. Feira Budiarsyah Arief, M. Si. (Dosen Fakultas Pertanian UNTAN sekaligus Sekretaris Kegiatan TRGD-KALBAR), Kamis / 17 Januari 2019 Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta dihadiri oleh Ir. Nazir Foead, M. Sc. Selaku Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia dan Ir. Adi Yani, M. H. selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Harian Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalimantan Barat (TRGD-KALBAR)

Thetanjungpuratimes.com – Gonjang ganjing impor bahan pangan tampaknya akan terus terjadi di 2019 ditandai dengan dibukanya impor jagung sebesar 30 ribu ton untuk kebutuhan pakan ternak dan paling lambat akan masuk Maret 2019 sebagaimana sebelum di November 2018 sebesar 100 ribu ton (Okezone, 2019).

Sementara dalam hati, saya bertanya-tanya dimana saat menulis ini sedang perjalanan kereta, Argo Lawu dari Stasiun Solo menuju Stasiun Gambut di Jakarata.  Sepanjang jalan, setiap mata memandang terhampar luas lahan pertanian, tidak ada lain.

Ini lahan di Jawa yang terkenal subur, belum lagi kita liat lahan di luar jawa bahkan sampai ke lahan-lahan marginal yang sudah menjadi pilahan perluasan lahan pertanian. Salah satunya lahan Gambut yang akhir-akhir ini serius diperbincangkan terkait bencana disamping keinginan atau usaha-usaha memanfaatkannya.

Sudah sangat banyak usaha-usaha segenap kita terkait pemanfaatan lahan gambut ini.  Disadari bahwa tidak lah sama pengelolaan di lahan yang optimal dengan lahan marginal.  Investasi disini jauh lebih mahal dan mengandung resiko tidak sedikit.

Salah satu usaha pemanfaatan ini berupa kegiatan reklamasi yang Kamis 17 Januari 2019 lalu saya pertahankan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Alhamdulillah kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ir. Nazir Foead, M. Sc. Selaku Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia dan Ir. Adi Yani, M. H. selaku Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Harian Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Kalimantan Barat (TRGD-KALBAR).

Berdasarkan kajian disertasi ini kembali dibuktikan bahwa penggunaan lumpur laut (coastal sedimen) untuk mereklamasi lahan gambut dapat menggantikan penggunaan kapur dolomit (kapur pertanian) yang tidak dimiliki Kalimantan Barat namun harus di datangkan dari Jawa.

Produksi pipilan kering mencapai 6,9 ton per hektar dengan R/C ratio 1,9 sangat menjanjikan dan In Syaa Allah ke depan jangan ada lagi impor jagung selamanya.

Indonesia di mata dunia merupakan jamrud khatulistiwa, sepanjang tahun dalam melakukan pertanaman, tidak ada alasan logis bahwa kita kekurangan bahan pangan.

Mari ke depan kita berdiri tegap di posisi kita masing-masing berjuang bersama bahwa kita bisa swasembada pangan kembali, amin.

Penulis: Feira Budiarsyah Arief, Dosen Faperta Untan dan Sekretaris Kegiatan TRGD-Kalbar

TIDAK ADA KOMENTAR