Rektor Untan Lepas Peserta Bridging Program S3 dan Guru Besar ke Kansas...

Rektor Untan Lepas Peserta Bridging Program S3 dan Guru Besar ke Kansas State University

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Pada Rabu (20/2/2019) malam, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Thamrin Usman DEA melepas 29 peserta kegiatan Bridging Program S3 bagi (BP-S3) bagi dosen yang bergelar magister/master (S2) dan Bridging Program Guru Besar (BP-GB) dan dosen yang bergelar doktor/PhD (S3) ke Kansas State University.

Kegiatan pelepasan peserta bridging program tersebut berlangsung di Rumah Dinas Rektor Universitas Tanjungpura, Jalan Daya Nasional Pontianak.

Prof Thamrin Usman menuturkan. selama lima pekan ke depan, tenaga pengajar dari 9 fakultas di Untan akan ditempa di dua perguruan tinggi berbeda di Amerika Serikat, yaitu Kansas University dan Kansas State University.

“Para dosen akan diterbangkan ke Kansas State University dan di Kansas University. Seandainya nanti di antara mereka ada perubahan, kita ambil contoh kedokteran. Kedokteran tidak ke Kansas State University karena tidak ada fakultas kedokteran jadi mereka ke Kansas University. Kita sudah kerja sama dengan University of California Los Angeles di situ ada fakultas kedokteran, keperawatan dan sebagainya. Maka Kansas State University itu akan mendistribusikan mereka. Nanti akan dikontakkan,” ujar Prof Thamrin Usman.

“Sebanyak 26 tenaga pengajar dari 8 fakultas antara lain Hukum, Ekonomi dan Bisnis, Pertanian, Teknik, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Keguruan dam Ilmu Pendidikan, Kehutanan, dan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam bakal ditempa di Kansas State University. Sementara tiga dosen lainnya yang berasal dari Fakultas Kedokteran akan ditempa di Kansas University,” tambahnya.

Prof Thamrin Usman mengatakan sebagian biaya dari program percepatan doktor dan guru besar ini didanai oleh Untan. Sementara sebagian lainnya merupakan subsidi dari Pemerintah Amerika Serikat berupa program, penginapan dan konsumsi.

“Jadi selama 5 minggu itu mereka diberikan dana oleh universitas dan fakultas. Kemudian karena kita tidak membayar full price, maka subsidinya dari Pemerintah Amerika. Contoh, penginapan dan makan serta program itu urusan Amerika. Jadi sebenarnya biayanya ratusan juta, tapi dengan subsidi itu kita jadi terbantu. Kita manfaatkan betul karena hubungan baik dan mereka sangat percaya dengan Untan,” tuturnya.

Prof Thamrin Usman berharap semakin banyak dosen di Untan yang terpacu untuk menjadi doktor dan guru besar. Kemudian, sepulangnya dari luar negeri, para dosen ini dapat menciptakan atmosfir ilmiah di Universitas Tanjungpura.

“Semoga bisa menambah tenaga doktor di Untan, menambah tenaga guru besar, dan yang tidak kalah penting adalah mereka adalah agen perubahan. Artinya, mereka lah yang akan menciptakan atmosfir ilmiah serta menjadi role model,” harapnya.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR