Magister Kenotariatan FH Untan Adakan Rakernas se-Indonesia Hadapi Tantangan dan Hambatan Bersama

Magister Kenotariatan FH Untan Adakan Rakernas se-Indonesia Hadapi Tantangan dan Hambatan Bersama

BERBAGI
Foto : Rektor Untan, Prof. Dr. H. Garuda Wiko SH. M.Si, memberikan cindera mata kepada Ketua (BKS) MKn PTN Indonesia), Prof. Dr. Budi Santoso, SH. MS, / Agus

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Ketua Badan Kerjasama (BKS) Magister Kenotariatan  perguruan Tinggi  Negeri se-Indonesia (MKn PTN Indonesia), Prof. Dr. Budi Santoso, SH. MS,  juga mengutarakan perlunya silaturahmi sesama Program studi Magister Kenotariatan  perguruan Tinggi dalam menghadapi tantangan dan hambatan yang dihadapi Prodi Kenotariatan.

Hal tersebut Ia sampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Program Studi Magister Kenotariatan  perguruan Tinggi  Negeri se-Indonesia (MKn PTN Indonesia) yang dilaksanakan oleh  Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura ( FH Untan).

Prof. Dr. Budi Santoso menyampaikan bahwa tantangan dan hambatan yang dihadapi sering kali bersifat eksternal seperti kebijakan-kebijakan pemerintah terkait Prodi kenotariatan memerlukan kekompakan antara sesama perguruan tinggi yang memiliki Prodi MKn.

“Jadi problematika yang sifatnya eksternal ini , sering kali menjadikan kita memang harus saling bertukar informasi, Belum lagi berkaitan dengan masalah intern kita, terutama yang sedang sama-sama di persiapkan adalah berkaitan dengan akreditasi” ucapnya di Hotel mercure Pontianak (26/4/2019).

Sependapat dengan hal tersebut,  Rektor Untan, Prof. Dr. H. Garuda Wiko SH. M.Si, menegaskan saat ini merupakan Era Revolusi Industri 4.0 yang membuat hampir semua hal bisa begitu cepat berubah karena ekosistem digital , maka dari itu sangat diperlukan kerja yang transparansi, akuntabilitas, dan bertanggung jawab serta relevansi di semua bidang, termasuk penyelenggaraan kegiatan Prodi Kenotariatan.

“ Ekosistem digital ini merubah , person(Orang)nya kita sendiri akan berubah dalam arti tantangannya banyak, artificial intelligence saja  sudah diambil alih oleh teknologi, jadi orangnya harus berubah, model-model transaksi juga berubah,proses akan berubah, tentu ini akan berpengaruh pada pekerjaan dan profesi notaris” ungkapnya.

Foto : Peserta Rakernas Program studi Magister Kenotariatan perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (MKn PTN Indonesia) oleh Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura ( FH Untan)

Rakernas Program Studi Magister Kenotariatan  perguruan Tinggi  Negeri se-Indonesia (MKn PTN Indonesia) oleh  Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura (Untan) ini dihadiri 18 Perguruan tinggi dari keseluruhan 20 PTN yang mempunyai program studi magister Kenotariatan dengan total peserta berjumlah 23 orang.

(Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR