Himata Fakultas Teknik Untan Adakan Seminar Nasional tentang Potensi Mineral Radioaktif

Himata Fakultas Teknik Untan Adakan Seminar Nasional tentang Potensi Mineral Radioaktif

BERBAGI

Himata (Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan) Fakultas Teknik Untan menggelar Seminar Nasional dengan mengangkat tema “Pengembangan Potensi Mineral Radioaktif sebagai Energi Baru dan Pemanfaatannya bagi Peningkatan Kesejahteraan Sosial di Kalimantan Barat” bekerja sama dengan Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) di Gedung Konferensi Untan, Minggu (28/4/2019).

Seminar Nasional ini merupakan salah satu rangkaian acara KMF (Khatulistiwa Mining Fair) 2019 yang sehari sebelumnya, yaitu Sabtu (27/4/2019), telah dilaksanakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dengan peserta berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Pada seminar ini, hadir Ir. Ansfridus J. Andjioe, M.E. (Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Barat) sebagai keynote speaker, dan tiga orang pemateri yaitu Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M. (Kepala Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir), Anton Murtono, S.T. (Senior Exploration Geologist PT. Timah), dan Ir. Rizal Kasli (Ketua Umum Perhapi Indonesia).

Selain dihadiri pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya, juga turut hadir Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H, M.Si. (Rektor Universitas Untan), Dr.rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T. (Dekan Fakultas Teknik Untan), M. Yusuf, S.T, M.T. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik Untan), Budhi Purwoko, S.T, M.T. (Ketua Prodi Teknik Pertambangan Untan) dan para dosen sebagai tamu undangan seminar.

Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si. dalam sambutannya yang juga membuka secara resmi Seminar Nasional tersebut, menyampaikan bahwa apa yang telah direncanakan dengan baik maka perlu ada eksekusinya, dan Untan siap memberikan lulusan terbaiknya untuk kebutuhan itu.

Ir. Ansfridus J. Andjioe, M.E. mengungkapkan, untuk menggerakkan roda-roda industri di Kalimantan Barat, salah satunya adalah dengan mengembangkan dan memanfaatkan potensi nuklir yang ada. “Sebagai mahasiswa harus berfikir bagaimana agar mendapatkan energi yang lebih baik dari yang sudah ada. Dengan mengembangkan potensi nuklir di Kalimantan Barat juga akan dapat memperluas lapangan pekerjaan yang nantinya akan berpengaruh pada kesejahteraan sosial di Kalimantan Barat”, katanya.

Ir. Agus Sumaryanto, M.S.M. mengatakan dengan mengembangkan dan memanfaatkan teknologi dan inovasi nuklir dengan baik secara berkelanjutan serta didukung oleh stakeholders maka kesejahteraan sosial di Kalimantan Barat dapat segera terwujud.

Sementara itu Senior Exploration Geologist PT. Timah Anton Murtono menjelaskan mengenai REE pada saat seminar nasional tersebut. “ Penggunaan REE sudah sering di kehidupan sehari-hari, contohnya pengunaan Hp, lampu itu sudah termasuk REE dan pembuatannya. Memasuki era industri 4.0 permintaan REE semakin meningkat mengingat energi fosil yang mulai habis muncullah isu electrical yang pastinya menggunakan REE.”

Ir. Rizal Kasli memaparkan bahwa pengembangan dan pengusahaan radioaktif akan membantu dalam memenuhi kebutuhan listrik Indonesia, seperti kebanyakan negara maju lainnya yang telah lebih dulu menggunakan energi nuklir.

Sulaiman Dulu selaku Ketua HIMATA menjelaskan bahwa kegiatan seminar nasional ini sebagai sarana untuk penyampaian pemikiran pengembangan potensi mineral radioaktif. “Kami dari Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan menyampaikan mengenai pentingnya pengembangan potensi mineral radioaktif yang nantinya pemanfaatan potensi ini dapat membantu perusahaan-perusahaan tambang yang memerlukan energi untuk kebutuhan produksi dan pengolahannya,” jelasnya.

Mochammad Kiki Admui yang merupakan peserta KMF 2019 dari Universitas Indonesia merasa seminar nasional yang diadakan ini menarik dan kurang lama, ia berharap durasinya untuk dapat diperpanjang.

“ Seminarnya cukup menarik. Dari segi tema yang diangkat, pas banget sama topik yang lagi hangat, terutama di Kalbar yang sedang mencoba mengembangkan sumber daya yang tersedia untuk energi bersih. Jalannya seminar juga dibuat menarik dengan mendatangkan pembicara dari tiga stakeholder berbeda yang terkait dengan topik yang dibawa, ada dari instansi pemerintah yang diwakili oleh Pak Agus Sumaryanto dari PT BBN Batan, Pak Anton Muryanto mewakili perspektif perusahaan BUMN PT. Timah, dan pandangan dari Pak Rizal Kasli sebagai ahli pertambangan dari Perhapi. Mungkin jalannya diskusi akan lebih menarik lagi jika durasi seminar dibuat lebih lama dengan memberikan kesempatan kepada audiens untuk bertanya lebih banyak”, ujarnya.

“Baru kali ini sih liat seminar yang bisa menghadirkan banyak pejabat-pejabat penting, dan juga materi seminarnya itu menarik banget, tentang radioaktif lagi”, ungkap Syahroni Al-Khadzir, salah satu peserta dari Universitas Negeri Malang.

Pada penghujung acara seminar, diumukan pemenang dari Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional KMF 2019 dengan Universitas Indonesia sebagai Juara 1, Universitas Airlangga sebagai Juara 2, dan Universitas Bangka Belitung sebagai Juara 3.

(R)

TIDAK ADA KOMENTAR