FKUB, Perguruan Tinggi dan Polda Kalbar Adakan Silaturahmi Kebangsaan Pasca Pemilu 2019

FKUB, Perguruan Tinggi dan Polda Kalbar Adakan Silaturahmi Kebangsaan Pasca Pemilu 2019

BERBAGI

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Pasca Pemilu 19 April 2019, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar dan Perguruan Tinggi serta Polda Kalbar mengadakan Silaturahmi Kebangsaan dengan tema “ Generasi Milenial, Generasi Z, Generasi Pancasila Meneguhkan Persatuan dan Kebhinekaan di Kalimantan Barat”, berlangsung di Gedung Rektorat  Universitas Tanjungpura (Untan), Kamis (2/5/2019) pagi.

Silaturahmi Kebangsaan dihadiri Sekda Kalbar, Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kabinda Kalbar, Ketua KPU Kalbar, Ketua Bawalsu Kalbar, serta diikuti perwakilan mahasiswa Perguruan Tinggi yang ada di Kota Pontianak

Rektor Untan Prof Dr H Garuda Wiko SH Msi mengatakan bahwa Indonesia secara umum dan Kalimantan barat khususnya di kenal dengan kemajemukan masyarakatnya  baik dari sisi etnisitas, budaya,  agama, kebudayaan dan kepercayaan.

“Kemajemukan juga menjangkau pada tingkat kesejahteraan ekonomi, pandangan politik serta kewilayahan yang semua itu sesungguhnya memiliki arti dan peran strategis bagi masyarakat kita,” ujarnya.

Prof Garuda Wiko menjelaskan secara bersamaan kemajemukan masyarakat itu juga dapat bersifat dilematis namun juga bisa berpotensi positif.

“ Kemajemukan masyarakat kita tersebut dapat berpotensi membantu bangsa indonesia untuk maju dan berkembang bersama, namun sebaliknya jika kemajemukan tersebut tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan prasangka negatif antar individu dan kelompok masyarakat yang akhirnya dapat merenggangkan ikatan solidaritas sosial,” kata Prof Garuda Wiko.

Inilah yang menjadi tugas penting bagi generasi milenial yaitu bagaimana menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme agar sikap toleransi antar masyarakat terus meningkat.

“ Dalam konteks kebinekaan, jebakan informasi yang provokatif dan ujaran kebencian tentu sangat membahayakan karena bisa menimbulkan tragedi kekerasan bahkan aksi teror antar sesama anak bangsa,” tegas Prof Garuda Wiko.

Menurutnya, Kehadiran teknologi informasi yang membuat masyarakat dan generasi milenial akrab dengan media sosial membuat kita menghadapi perbedaan dan pragmentasi sosial yang luar biasa, namun demikian jiwa toleransi yang tinggi merupakan formulasi yang ampuh dalam memecahkan persoalan perbedaan tersebut.

Prof Garuda menegaskan bahwa perguruan tinggi dan akademisi sebagai komunitas dan kelompok intelektual memiliki tanggung jawab moral dan peran strategis dalam menyikapi persoalan kebangsaan tersebut dengan menyuarakan pandangan moderat dan mengambil langkah-langkah konkrit dalam menghidupkan semangat kebangsaan nasionalisme dan cinta tanah air baik diruang kelas maupun ruang publik.

“Perguruan tinggi harus menjadi tempat pembelajaran akan nilai nilai kebangsaan nasionalisme dan cinta tanah air  dan hendaknya menjadi corong dalam dalam menyuarakan nilai-nilai tersebut dengan mengajarkan sikap dan perilaku toleran menghargai perbedaan, menjauhi sikap prilaku memaksakan kehendak dan menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan,” pungkasnya.

(Kur)

 

TIDAK ADA KOMENTAR