Prof Garuda Wiko: Pentingnya Membentuk Karakter Kejujuran

Prof Garuda Wiko: Pentingnya Membentuk Karakter Kejujuran

BERBAGI
Rektor Untan Prof Garuda Wiko saat menyampaikan tausiyah shalat tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat/ Foto: Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Prof Garuda Wiko menyampaikan tausiyah Shalat Tarawih di Masjid Raya Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat, pada Senin (13/5/2019) malam. Prof Garuda Wiko berpesan kepada para jemaah tentang pentingnya membentuk karakter kejujuran melalui pendidikan karakter.

Prof Garuda Wiko membacakan di dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 183 yang artinya, Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. “Teks Alquran ini menegaskan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, namun juga membentuk insan bertakwa,” tutur Prof Garuda Wiko.

Prof Garuda Wiko melanjutkan, menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berperilaku baik. “Jadi tidak hanya dari aspek yang terkait dengan keilmuan saja, tetapi juga yang paling penting bagaimana membentuk kepribadian yang berkarakter,” ujarnya.

Prof Garuda Wiko mengatakan, pendidikan menjadi wadah untuk membentuk karakter, untuk itu kita perlu memberikan fakta pada pendidikan dengan cara membangun dan bertanggungjawab sebesar-besarnya dalam tugas-tugas kependidikan.

“Terkadang kita terlampau mengandalkan proses pendidikan itu pada lembaga-lembaga formal, kita merasa bahwa tanggungjawab dalam membentuk karakter peserta didik ada di pundak guru dan dosen, hal ini tidak keliru, tetapi ada hal lain yang tidak kalah peting kedudukannya dalam proses pendidikan, yaitu kita sadar dalam berbagai posisi, baik dalam keluarga maupun  sebagai bagian dari masyarakat, meskipun  berbeda cara dan metode pembelajarannya, pelajaran yang diberikan melalui contoh, tauladan dan tindakan-tindakan nyata akan sangat efektif dalam membentuk sikap dan perilaku yang menggambarkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan karakter sebagai orang yang berilmu,” jelasnya.

Prof Garuda Wiko mengatakan, karakter yang termasuk antara lain adalah kejujuran, yang merupakan sifat orang yang bertakwa. Seorang ilmuan yang jujur tidak ragu-ragu untuk menyatakan bahwa dirinya tidak mengetahui tentang sesuatu. Seorang ilmuan dan terpelajar akan menjunjung sikap kehati-hatian dalam memberikan pendapat dan ulasan, apalagi menyangkut kemaslahatan orang banyak.

“Diharapkan pendidikan yang kita selenggarakan mampu meningkatkan daya saing, mampu meningkatkan martabat bangsa, agar kita dapat mensejajarkan diri dalam pergaulan bermasyarakat internasional” harapnya.

Prof Garuda Wiko berpesan, semoga kita dapat membangun prespektif bersama bahwa pendidikan adalah tanggungjawab kita semua dan merupakan bagian dari amal kebajikan kita dalam mendidik generasi penerus dengan karakter kejujuran yang akan mendukung menuju ketakwaan.

“Bulan Ramadhan yang penuh berkah ini mudah-mudahan menjadi momen yang tepat bagi kita untuk saling mengingatkan pentingnya pembentukan karakter kejujuran melalui proses pembelajaran menuju pada ketakwaan,” harapnya.

(Sukardi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY