150 Peserta Ikuti Briefing Pelatihan Digitalent Scholarship 2019 Kominfo di Untan

150 Peserta Ikuti Briefing Pelatihan Digitalent Scholarship 2019 Kominfo di Untan

BERBAGI
Foto : peserta Briefing Pelatihan Digitalent Scholarship 2019 Kominfo di Untan

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia(Kemenkominfo RI) menggelar briefing bagi peserta Fresh Graduate Academy (FGA) Digitalent Scholarship 2019 di Untan (1/7/2019).

Briefing sekaligus Pembukaan pelatihan  ini diadakan di Gedung Konferensi Ruang Teater 1 Universitas Tanjungpura (Untan).

Peserta yang mengikuti pelatihan FGA berjumlah 150 orang. 100 orang pendaftar bagi program pelatihan Big Data Analitycs dan 50 orang bagi mendaftar Cloud Computing.

Program Digitalent Sholarship 2019 (DTS 2019) ini merupakan merupakan program pengembangan sumberdaya manusia (SDM) yang dilaksanakan Kemenkominfo sebagai bagian dari program pembangunan prioritas nasional.

Pogram pelatihan kompetensi DTS 2019 ditujukan untuk meningkatkan keterampilan (up-skilling) SDM bidang komunikasi dan informatika sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

Pelatihan dilaksanakan selama Dua bulan dari tanggal 1 Juli hingga 31 Agustus 2019.

Sebelumnya, kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) juga telah memberikan sosialisasi dan bimbingan teknis pendaftaran Digitalent Scholarship di Aula Fakultas Teknik Untan, Selasa (28/5/2019).

Sosialisasi ini merupakan lanjutan untuk pendaftaran beasiswa digitalent gelombang kedua untuk program akademi  Fresh Graduate Academy (FGA).

Widyaiswara Ahli Utama Kementerian Kominfo RI, Dra. Farida Dwi Cahyarini MM yang menjadi pemateri dalam sosialisasi ini mengatakan bahwa peserta selain mendapat pelatihan gratis juga mendapat Global sertifikat dari Amazon Web Services (AWS) dan juga mendapat Uang saku Rp 1,5 juta.

Farida menyampaikan bahwa Indonesia masih membutuhkan sekitar 9 Juta tenaga Digital Talent hingga tahun 2030. tahun ini kementerian Kominfo baru mendidik 25.000 orang, sementara tahun lalu 1.000 orang  kebutuhan tenaga IT terampil untuk Indonesia.

“ Harapan kita adalah selain mengisi gap (kesenjangan) juga menyalurkan tenaga-tenaga terampil ini untuk memasuki dunia kerja. Mereka mungkin  kesulitan memasuki dunia kerja baru, jadi kita tambahi dan suplly dengan softkill development, disamping itu juga bagaimana kita menumbuhkan enterpreneuship mereka jadi ada di dalamnya  ada tambahan kurikulum itu secara online”, ungkapnya.

Rektor Untan yang diwakili Staf Ahli wakil Rektor Bidang kerjasama Untan, Dr. Erdi MSi memotivasi para peserta untuk mengikuti pelatihan ini. Ia berharap jiwa entepreneurship bagi kaum muda di Indonesia khususnya di Universitas Tanjungpura  semakin meningkat.

Kuota peserta bagi pendaftar di Universitas Tanjungpura berjumlah 150 orang, masing-masing 100 orang pendaftar bagi program pelatihan Big Data Analitycs dan 50 orang bagi mendaftar Cloud Computing.

Secara keseluruhan,Kementerian Komunikasi dan Informatika membuka pendaftaran bagi calon penerima 25.000 beasiswa program pendidikan tanpa gelar Digital Talent Scholarship 2019 se- Indonesia . Beasiswa itu ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Peserta program akan dilatih secara intensif untuk menguasai hardskill dan softskill sesuai dengan peminatan di bidang teknis Artifical Intelligence, Big Data, Cloud Computing, Cyber Security, Internet of Things, dan Machine Learning serta beberapa tema pelatihan lainnya.

Pada tahun 2018, Kementerian Kominfo telah meluncurkan program yang sama untuk menyiapkan 1.000 talenta yang menguasai keahlian digital guna mendukung visi Indonesia untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar pada tahun 2030. Selain itu, Program Digital Talent Scholarship ditujukan untuk menyediakan talenta yang dibutuhkan dalam Revolusi Industri 4.0.

Pada tahun ini, Program Digital Talent Scholarship 2019 akan memberikan kesempatan  25.000 peserta untuk mengikuti pelatihan yang dikemas dalam empat akademi. Ada 8 kategori bidang pelatihan teknis yang nanti bisa dipilih oleh para peserta meliputi:

  1. Artificial Intelligence
  2. ‎Big Data Analitycs
  3. ‎Cyber Security
  4. ‎Machine Learning
  5. ‎Digital Policy & Cloud Computing
  6. ‎Internet of Things
  7. ‎Programming & Coding
  8. ‎Graphic Design & Animation

Untuk pelatihan talenta digital dalam program ini juga menggandeng 28 perguruan tinggi yang tersebar di 25 kota di Indonesia dan 22 politeknik. Pendaftaran beasiswa Digital Talent tahun ini akan mulai 20 April 2019 sampai 19 Mei 2019 .

Fresh Graduate Academy (FGA), ditujukan bagi lulusan D3, D4 dan S1 bidang TIK (atau yang terkait), Program ini juga terbuka bagi penyandang disabilitas;· Vocational School Graduate Academy (VSGA), program pelatihan intensif bagi lulusan SMK;· Coding Teacher Academy (CTA), yang ditujukan bagi para guru SMK, SMA, Madrasah Aliyah serta SMALB bidang TIK (Terbuka bagi Guru PNS dan Non PNS), dan· Online Academy (OA), program pelatihan online bagi masyarakat umum, termasuk ASN, mahasiswa, dan pelaku industri.·

Beasiswa ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Kominfo berkerja sama dengan 31 perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, 23 Politeknik dan 4 perusahaan teknologi global antara lain AWS, Cisco, Google dan Microsoft.

Kementerian Kominfo juga menyiapkan kegiatan pasca pelatihan bagi peserta program. Targetnya untuk mempertemukan keahlian yang dimiliki oleh talenta digital dengan peluang kerja dan usaha di berbagai perusahaan teknologi.

Program pelatihan teknis, Digital Talent Scholarship bertujuan mengembangkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan serta kompetensi generasi muda agar bisa bersaing di kancah global.

(Agus)

TIDAK ADA KOMENTAR