Teknologi Aerator Mobile, Pakan dan Olahan Ikan Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing...

Teknologi Aerator Mobile, Pakan dan Olahan Ikan Sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing Desa Bilayuk

BERBAGI

UNTAN dengan dana DRPM DIKTI skim Diseminasi Teknologi ke Masyarakat (DTM) anggaran tahun 2019 melakukan pengabdian kepada masyarakat (PPM) kepada salah satu desa yang memiliki Indeks Desa Membangun (IDM) dibawah 0,491 yaitu Desa Bilayuk tepatnya di Kabupaten Landak. Nilai IDM tersebut membuat Desa Bilayuk berada pada katagori desa sangat tertinggal. Diseminiasi teknologi aerator mobile dan pengetahuan olahan ikan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing produk masyarakat dan sumberdaya masyarakatnya.

“Aerator mobile ini diaplikasikan pada motor roda tiga yang dilengkapi bak untuk menampung ikan. Alat tersebut dapat dirancang untuk kelompok budidaya ikan di Desa Bilayuk agar dapat melakukan transportasi bibit ikan dan memasarkan ikan ke desa tetangga”, ucap Dr. Ir. Yohana S K Dewi, MP.

Aerator mobile yang dipasang pada sepeda motor dapat menjangkau daerah yang lokasinya sulit dijangkau oleh roda 4 seperti desa Bilayuk. Selain itu dalam kegiatan ini juga diberikan pengetahuan untuk membuat pakan ikan dengan bahan baku lokal seperti singkong dan biji karet.

Selain itu, Menurut Dr. Fx. Widadi Padmasari, S.Si., MSi dengan membuat pakan sendiri dapat menghemat biaya produksi hingga lebih dari 50%.”Peningkatan pengetahuan lainnya yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah dalam hal mengolah hekeng dari ikan hasil dari budidaya kelompok budidaya ikan di Desa Bilayuk,”  kata Widadi.

Pengolahan ikan menjadi hekeng yang diperkaya pangan lokal yaitu ubi jalar dan daun san-sakng merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan minat konsumsi ikan. Hal tersebut mendukung program pemerintah dalam meningkatkan angka kecukupan protein (AKP)

Masyarakat dan perangkat Desa Bilayuk sangat antusias dan mendukung kegiatan ini terutama dikarenakan anak-anak umumnya sulit untuk diberikan hidangan ikan. Anak-anak lebih menyukai konsumsi makanan cepat saji berupa sosis dibandingkan ikan yang disajikan dalam bentuk ikan utuh. Oleh sebab itu kegiatan ini disambut baik karena masyarakat mendapat pengetahuan baru untuk mengolah ikan sendiri terutama untuk tingkat keluarga dan harapan besar bagi desa produk ini dapat menjadi produk unggulan desa yang dapat dipasarkan.

TIDAK ADA KOMENTAR