Politisi PDIP Lempar Persoalan Divestasi Saham Freeport ke SBY

Jakarta,thetanjungpuratimes.com – Enam hari sebelum Jokowi dilantik menjadi Presiden, tepatnya 14 Oktober 2014, Presiden SBY mengeluarkan PP Nomor 77. PP 77 adalah PP tentang perubahan ketiga dari PP 23 tahun 2010 yg diubah dengan PP 24 tahun 2012 dan selanjutnya diubah lagi melalui PP 77 tahun 2014.

Dalam PP 24 tahun 2012 semua IUP dan IUPK investasi asing diwajibkan melakukan divestasi saham pada  Indonesia sebesar 51%. Hak Indonesia untuk mendapatkan 51% saham Freeport itu kemudian berkurang menjadi hanya 30% setelah keluarnya PP 77, tepat nya pasal 97 ayat 1c dan 1d.

“Sulit dipahami urgensi dari dikeluarkannya PP itu, lebih sulit lagi memahami motif apa di balik PP itu, tapi yang jelas, akibat PP itu maka Indonesia kehilangan sekitar 21% saham Freeport yg akan di divestasi. Sebaliknya, PP itu justeru “memberikan” 21% saham Freeport pada Freeport,” kata anggota Komisi VII DPR RI Adian Napitupulu dalam siaran persnya kepada Rimanews, Minggu (17/1/2016).

Kehilangan 21% saham Freeport lanjut Adian, itu sama saja kehilangan hampir 45 triliun rupiah nilai saham atau berpotensi kehilangan kira-kira Rp20 triliun keuntungan rata-rata Freeport setiap tahun.

“Untuk mencegah kerugian yang luar biasa besar itu maka sebelum melakukan divestasi saham Freeport, Presiden Jokowi harus berani mengubah kembali PP 77 khususnya pasal 97 ayat 1 c dan 1 d kemudian memberlakukan kembali prosentase divestasi saham bagi investor asing sebesar 51% sebagaimana tertulis di PP 24 tahun 2012.

Untuk itu kepada menteri-menteri terkait jangan berbicara sekedar angka-angka besaran saham dan nilai rupiahnya tetapi sebaiknya mempelajari dahulu perubahan PP dari PP 23, 24 hingga 77 yang berhubungan dengan naik turunnya divestasi saham investasi asing di pertambangan dan kaitannya terhadap Nawacita dan Trisakti sebelum berbicara pada publik dan Presiden.

Related Posts