Semua Muda-mudi di Negara Ini Tak Percaya Tuhan Ciptakan Semesta

thetanjungpuratimes.com – Tak satupun muda-mudi Islandia berusia di bawah 25 tahun yang mempercayai kisah penciptaan, di mana Tuhan-lah pencipta seluruh alam semesta beserta segala isinya, demikian hasil sebuah polling yang diadakan baru-baru ini di negara tersebut.

Menurut polling yang dilakukan oleh Asosiasi Humanis Etis Islandia itu, 93,9 persen responden berusia di bawah 25 tahun meyakini bahwa alam semesta tercipta oleh Big Bang atau Ledakan Besar. Sementara, sekitar 6 persen sisanya menjawab “tidak tahu” atau “lainnya”. Tak satupun responden yang meyakini bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan.

Hasil poling tersebut dimuat dalam laman majalah The Iceland Magazine. Di situ disebutkan pula bahwa muda-mudi dan penduduk Kota Reykjavik adalah yang paling tidak religius.

“80,6 persen penduduk yang berusia 55 tahun tercatat sebagai pemeluk agama Kristen, dan hanya 11,8 yang mengaku ateis. Sementara itu, 40,5 persen orang yang berusia 25 tahun atau lebih muda mengaku ateis, dan hanya 42 persen yang mengaku memeluk Kristiani,” bunyi hasil polling tersebut.

Seorang pengguna forum Reddit mengkritisi polling tersebut. Katanya,”Pertanyaan yang dilontarkan dalam polling itu membingungkan. Pertanyaannya seperti ini: ‘menurutmu bagaimana alam semesta terbentuk?’ dan pilihan jawabannya adalah ‘alam semesta terbentuk karena Big Bang’, ‘Tuhan yang menciptakan alam semesta’, atau ‘tidak tahu’, dan ‘lainnya'”.

Si pengguna Reddit melanjutkan,”Banyak orang yang meyakini bahwa Tuhan-lah yang memungkinkan terjadinya Big Bang, dan pilihan jawaban ‘lainnya’ dari polling, bisa jadi sesuatu yang menunjukkan hal tersebut, misalnya: ‘Tuhan menciptakan alam semesta lewat Big Bang’.

Sementara itu, seorang pengguna forum lainnya mengatakan bahwa teori Big Bang awalnya merupakan hipotesis pastor Katholik yang juga fisikawan Georges Lemaitre.

Pada bulan Oktober 2014, Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa teori evolusi dan Big Bang sejatinya adalah benar. Sri Paus, ketika itu mengatakan bahwa Tuhan bukanlah seperti seorang penyihir yang mempunyai tongkat ajaib untuk menjadikan segalanya ada dalam sekejap, melainkan melalui sebuah proses.

Bapak Suci umat Katholik itu mengatakan, Big Bang dan teori evolusi sejatinya sejalan degan keberadaan sesosok pencipta. Kedua hal tersebut (Big Bang dan teori evolusi) membutuhkan sang pencipta untuk bisa terjadi. (Independent)

Related Posts