Kasus Korupsi Jambi-Sukaramai Dipertanyakan

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Zainuddin dan Taufik, terpidana kasus korupsi proyek peningkatan jalan di Desa Jambi-Sukaramai, Kecamatan Manis Mata mempertanyakan perkembangan kasusnya.

“Keduanya dihukum dua tahun penjara dan wajib menganti uang negara Rp630 juta subsider 1,6 bulan penjara. Serta dikenakan dena Rp 50 juta subsider enam bulan penjara. Sedangkan lainnya yang merupakan Pejabat Negara masih sebagai tersangka,” kata An (35), keluarga Zainudin, Senin (18/1).

Padahal, putusan pengadilan sudah terbukti jika Zainuddin melakukan tindak pidana korupsi. Tapi kenapa Mantan Kepala Dinas Pekerja Umum yang juga sebagai tersangka, tidak mempunyai kejelasan hukum.

“Proyek itu tak selesai tapi dinyatakan selesai. Sehingga dana dicairkaan mencapai 100 persen. Kemudian kenapa pak Darmansyah yang menyatakan itu selesai tapi tidak kena hukum. Berarti pak Zainuddin dijebak dan dikorbankan,” ucapnya.

Ditegaskannya, jika para terpidana masuk pada ranah penipuan tentu tidak masuk pada pengadilan korupsi tapi pengadilan umum.
“Keputusan hakim mengatakan kasus ini korupsi artinya ini korupsi dan pejabat juga harus diproses,” ujarnya .

Sementara Kapolres Ketapang, AKBP Hady Poerwanto mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan berkas perkaranya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang. Namun di P19 kan disertai petunjuk oleh Kejari Ketapang.

Pihaknya saat ini terus berupaya melengkapi berkas yang kurang secara maksimal. Serta tetap akan berkonsultasi sama Jaksa Penuntut Umum (JPU).
“Jadi sudah beberapa kali kirim dan memang berkasnya bolak balik,” ujarnya . (Raden Asmun/Yuniar)

Related Posts