Yusril : Dakwaan Bareskrim Terhadap Ongen Tidak Jelas


Jakarta, thetanjungpuratimes,com – Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum Yulianus Paonganan alias Ongen tersangka kasus pornografi melalui media sosial Twitter dengan hashtag #PapaMintaPaha, menilai dakwaan penyidik Bareskrim terhadap kliennya tidak jelas.

Setelah mempelajari berita acara pemeriksaan (BAP), Mantan Menkumham itu menilai bahwa sangkaan terhadap kliennya adalah Undang-Undang Pornografi dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Tetapi yang muncul adalah bahwa Ongen melakukan penghinaan atau menjelek-jelekan seseorang yakni Presiden Joko Widodo.

“Tapi yang dihebohkan penghinaan terhadap Kepala Negara atau Presiden. Kita tahu penghinaan kepada Presiden telah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Penghinaan delik aduan harus melapor, sampai hari ini kita tidak pernah dengan Pak Jokowi melaporkan. Jadi ini kabur,” tandasnya.

Mengenai sangkaan pornografi itu, lanjut Yusril, perlu dijelaskan oleh penyidik apakah kata-kata postingan Ongen itu mengandung unsur tersebut. Oleh karena itu, dirinya yang diminta oleh keluarga tersangka akan menghadirkan ahli.

“Kami bicara dengan Pak Ongen apa perlu jalan Mediasi. Artinya mencoba bicara dengan pihak-pihak bilamana Presiden sehingga masalah ini tidak berlarut-larut,” ucapnya.

Menurutnya, jangan sampai kasus Pornografi dan pelanggaran UU ITE ini nantinya dianggap ada faktor lain yang sengaja ingin mempidanakan Ongen seperti politik atau persaingan bisnis.

“Kalau murni delik pornografi dan UU ITE, ya betul-betul dia harus pornografi. Supaya fair kami meminta kepada penyidik kalau sudah periksa ahli saya ajukan juga saksi ahli. Kalau tidak terbukti ya harus dihentikan,” tandasnya.

Yusril menegaskan, bila dirinya profesional menjunjung proses keadilan.

“Jadi masyarakat awam jangan salah paham saya membela orang yang sudah dikasih lebel salah. Belum tentu menjadi tersangka bersalah,” pungkasnya. (rimanews.com/Yuniar)

Related Posts