Anak Pengungsi Gafatar Didampingi Psikolog

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Peristiwa Pembakaran Kamp eks Gafatar di Kabupaten Mempawah beberapa waktu yang lalu, meninggalkan trauma yang mendalam bagi anak-anak pengungsi eks Gafatar.

Salah satunya adalah Rico, bocah berumur 5 tahun asal jogjakarta yang menyaksikan langsung saat Kamp Permukiman tempat ia tinggal di bakar massa yang saat ini tinggal di barak pengungsian di Bekangdam XII/TPR.

Kasubit Tumbuh kembang dan Perlindungan Anak dari Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kalbar , Hendra Hadad mengatakan selama berada di pengungsian Rico pada malam hari sering berteriak dan mengaku tidak bisa tidur.

“Dia ini kita tanyakan ke  bapaknya  selalu teringat saat rumah mereka di bakar massa. Rico ini mengalami trauma dan perlu didampingi oleh tenaga Psikolog. Untuk itu kami turunkan seorang Piskolog,”ujarnya, Kamis (21/1) sore.

Pendampingan ini, kata Hadad, dilakukan agar kondisi piskologis  Rico dapat dikembalikan seperti semua.

“Ya Kita harap kondisi piskologisnya kembali seperti semula dapat ceria seperti anak-anak lainya. Disamping itu kondisi trauma yang dialami Rico tidak terjadi ke anak-anak lain yang ada di penampungan pengungsian eks Gafatar ini ,” paparnya.

Sementara itu, Petugas Piskolog, Sarah mengatakan, dalam mendampingi dirinya mengajak Rico berdialog dan memberikan dukungan agar mudah dipahami anak seusia Riko.

“Saya memberikan dukungan dengan berdialog terutama hal yang dapat menyenangkan hati Rico,”ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya meminta kepada orang tau Rico agar selalu mendampingi anaknya.

“Kepada orang tuanya kita berikan lebih kepada edukasi. Agar orangtuanya ini bisa tetap mendukung dan mendampingi anaknya “pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede ).

 

Related Posts