Komisi VIII DPR: Pembakaran Kampung Gafatar Harusnya Tak Terjadi

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh P Daulay, meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyikapi berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat.

Dia menambahkan, Jika ada hal-hal yang dianggap menyimpang dan membahayakan kehidupan sosial, semestinya dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Saleh menekankan penegakan hukum sudah semestinya dikedepankan.

“Pembakaran kampung Gafatar itu tidak semestinya terjadi. Jika mereka dianggap berbahaya, ada banyak cara yang bisa ditempuh. Selain melaporkan ke pihak berwajib, tokoh-tokoh masyarakat di sana bisa mengajak mereka untuk dialog,” ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (20/1).

Saleh mendesak pemerintah untuk segera melakukan tindakan antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain. Apalagi, kata dia, sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih melakukan kajian dan pendalaman tentang keberadaan Gafatar.

Hingga saat ini, Fatwa resmi terkait organisasi ini juga belum dikeluarkan.

“Andaikata Gafatar dinilai menyimpang, pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat sebetulnya masih memiliki peluang untuk mengingatkan dan menasehati mereka,”katanya.

Oleh karena itu, Saleh menilai pemahaman dan pandangan manusia dalam melihat suatu realitas dinilai dapat berubah-ubah.

“Di sinilah letak peranan pemerintah dan tokoh masyarakat. Mereka bisa memberikan pencerahan agar pemahaman masyarakat tidak salah dan menyimpang, apalagi bertentangan dengan ideologi Pancasila dan konstitusi,” pungkasnya. (rimanews.com/Yuniar)

Related Posts