Warga Lebak Tolak Eks Gafatar Kembali ke Kampung Halaman

Banten, thetanjungpuratimes.com – Warga Kabupaten Lebak, Banten, menolak mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kembali ke kampung halaman.

“Penolakan warga itu dengan alasan mereka sebelumnya sudah berjanji meninggalkan aktivitas maupun kegiatan Gafatar,” kata Kepala Desa Rangkasbitung Timur Neneng Nurcahyati di Lebak, Rabu (20/1).

Menurut dia, mantan anggota Gafatar itu yakni keluarga Muhaemin (45) bersama istri dan dua anak, Sanimah (40) dengan suami dan lima anak, Maman (45) bersama isteri, mertua, orang tua dan dua anak serta Darna (30) dengan istri dan dua anak.

Mereka meninggalkan kampung halaman di Kampung Cibungur Pasir Desa Rangkasbitung Timur tanpa pesan maupun kabar kepada orang tua, mertua, tetangga dan saudara bersangkutan.

Mereka tercatat bagian dari 25 jiwa anggota Gafatar yang menghilang setelah dijemput kendaraan pada dini hari dengan tujuan ke Kalimantan Barat.

Namun, saat ini mereka di Kalimantan Barat mendapat penolakan warga setempat.

“Kami mencatat 182 warga menolak kehadiran anggota mantan Gafatar itu jika mereka kembali ke kampung halaman,” katanya.

Ia mengatakan, penolakan mantan anggota Gafatar tersebut karena dikhawatirkan mengembangkan ajaran sesat.

Sebab, mereka sudah berjanji meninggalkan ajaran sesat, namun dalam akidahnya masih mengembangkan ajaran tersebut.

Dengan demikian, masyarakat khawatir mereka mengajak kepada masyarakat lain untuk mengikuti ajaran sesat.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa mengalokasikan ke tempat lain jika warga menolak,” katanya.

Ketua Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakorpakem) Kabupaten Lebak Rini Hartati mengatakan pihaknya akan terus berusaha agar masyarakat tidak menolak kedatangan mantan anggota Gafatar.

“Kami akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak terlalu radikal sehingga menimbulkan gejolak,” kata Rini yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Rangkasbitung itu. (rimanews.com/Yuniar)

Related Posts