Derita Murid SD Negeri Sukamaju, Pegal dan Masuk Angin Menu Harian

Banten,thetanjungpuratimes.com-Selama 15 tahun sudah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamaju Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa mendidik siswa-siswa mereka belajar di lantai tanpa meja dan kursi.

Berbagai kisah dan derita dialami siswa salama itu, mulai dari terkena masuk angin, kelelahan karena harus rela belajar dengan cara tertelungkup dan duduk di lantai tanpa alas apapun, atau pun sekedar badan pegal-pegal setelah selesai sekolah.

Murid kelas 3 SDN Sukamaju, Erna, misalanya, mengatakan masuk angin dan mencret-mencret adalah penyakit yang jamak dialaminya setelah tiga tahun bersekolah di sana. “Masuk angin sama mencret sudah biasa soalnya dingin duduk di lantai,” kata dia, saat ditemui, Sabtu (23/1/2016).

Erna mengaku ingin rasanya menikmati sekolah layak seperti siswa-siswa lainnya dengan belajar di atas meja dan duduk di bangku. Namun apa daya, demi memperoleh pendidikan dia pun rela menjalani sekolah ala lesehan seperti ini. “Pengen seperti sekolah lainnya. Biar enak belajarnya,” ungkap dia.

Tiap hari mereka harus belajar sembari duduk dan tiduran di lantai. Tak jarang, para siswa kelas 2 dan 3 ini pun kerap mengeluh kepada gurunya karena lelah saat menulis sembari menopang berat badannya.

“Jemper (capai) belajar di lantai. Pengennya sih di rung kelas, ada meja ada kursi, ada papan tulisnya,” kata murid lainnya, Fahza.

Saat hujan datang, para guru pun terpaksa menghentikan kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Jika tidah dihentikan sudah pasti para guru dan siswa basah kuyup terkena cipratan air hujan.

Meski sudah meminta bantuan pembangunan tambahan ruang belajar bagi siswa Kelas 2 dan 3, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Serang yang kini dijabat Pejabat Sementara (PJs) Bupati Hudaya Latuconsina belum juga mencairkan dana pembangunan sekolah terhadap SDN Sukamaju.

“Sudah berulangkali ajukan bantuan, sampai berulangkali ganti kepala sekolah, belum juga ada bantuan penambahan ruangan,” ujar salah satu guru SDN Sukamaju, Haris Kaffa, saat dikonfirmasi.

Para guru pun sangat berharap bangunan kelas SDN Sukamaju dapat ditambah sehingga masa depan generasi penerus bangsa tersebut dapat terjamin. “kita berharap ada bantuan secepatnya. Supaya KBM berjalan lancar. Dan kami sudah ajukan itu ke UPTD (Unit Pelaksana Tekhnis Daerah) Kecamatan Padarincang,” tandas Kepala SDN Sukamaju, Puar.

(Rimanews.com/Dede)

Related Posts