Gafatar Mengancam Keutuhan NKRI

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjend TNI Agung Risdhianto menegaskan jika ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tidak dibubarkan, dikhawatirkan akan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Makanya, organisasi ini dibubarkan,” tutur Pangdam di sela-sela meninjau Posko Pengungsian Mantan pengikut Gafatar di Detasemen Perbekalan dan Angkutan, Kodam XII/Tanjungpura, Minggu (24/1).

Berdasarkan kitab yang ditinggalkan dr. Dyah Ayu Wulandari, kepada ibunya, Eni Nurfaizah yang berjudul “Memahami dan Menyikapi Tradisi Tuhan”, telah mengungkapkan akan berdirinya Negara Kesatuan Tuhan Semesta Alam.

“Kita akan kaji lebih dalam, terkait kitab yang dimiliki dr Dyah Ayu Wulandari. Sebab banyak hal yang harus di follow up,” ujarnya.

Sementarai dari informasi pihak kepolisian menyatakan, keberadaan dr. Dyah saat ini tberada di Kalimantan Timur. Hal ini membuat orang tua dr.Dyah, Eni Nurfaizah dan Wiyono langsung menuju ke Kaltim untuk menjemput anaknya.

Eni Nurfaizah, ibu dari dr.Dyah mengatakan, isi buku yang ditinggalkan anaknya banyak bercerita tentang tradisi Tuhan. Di buku tersebut, ada enam tahapan yang dirancang sejak pendirian Al-Qiyadah AL-Islamiyah yang merupakan tahapan menuju pembentukan Negara islam versi Musadeq. Enam tahapan itu diantaranya Sirrun. yaitu gerakan rahasia, berdakwah rahasia, dan merekrut anggota secara rahasia.

“Selama ini saya lengah mengawasi anak. Padahal saya tahu, Dyah bergabung ke Gafatar. Saya buta terhadap Gafatar dan saya baru sadar informasi terhadap ormas ini banyak di internet,” ungkap Eni saat ditemuia di Bekangdam XII/Tanjungpura, Minggu (24/1).

Eni menambahkan, untuk menrekrut anggotanya,mereka menjaring simpati dengan menggunakan kedok kegiatan sosial.

“Saya yakin anak saya direkrut dengan cara ini,” imbuhnya.

Pemerintah harus waspada dan mengambil tindakan tegas terhadap organisasi ini, termasuk pentolan dari masyarakat setempat.

“Pemerintah dan pihak keamanan juga harus bertanggungjawab dan mengambil tindakan segera untuk mengatasi kondisi ini,” pungkasnya. (Slamet Ardiansyah/Yuniar)

Related Posts