BPK: Korupsi Pelindo II Rugikan Negara Rp37,9 Miliar

Jakarta,thetanjungpuratimes.com- Korupsi pengadaan 10 unit Mobile Crane di PT Pelindo II tahun anggaran 2012 merugikan negara senilai 37,9 miliar. Nilai ini muncul berdasarkan hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dari hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Senin (25/01/2016).

Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan bernomor 76/HP/XVI/01/2016 itu disebutkan, kerugian negara tersebut merupakan nilai pembayaran nettodari PT Pelindo II kepada Guangxi Narishi Century Equipment Co. Ltd sebagai pelaksana pengadaan unit mobile crane.

BPK menyimpulkan adanya penyimpangan dalam kasus yang ditangani Bareskrim Polri itu. “Penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp37.970.277.778,00,” tulis laporan pemeriksaan investigatif BPK tersebut.

Setelah BPK mengeluarkan Perhitungan Kerugian Negara (PKN), Bareskrim kabarnya bakal menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi pengadaan mobile crane PT Pelindo II.

Saat ini penyidik tengah menggenjot pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino dan adik kandung mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto yaitu, Haryadi Budi Kuncoro yang pada saat itu menjabat Senior Manager Peralatan Direktorat Pelindo II.

alam kasus ini, Bareskrim baru menetapkan satu tersangka dalam kasus ini yakni Direktur Teknik Pelindo II, Ferialdy Noerlan.

(Rimanews.com/Dede)

Related Posts