Polres Sekadau Tangkap Sindikat Perdagangan Emas Ilegal

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Anggota Sat Reskrim Polres Sekadau berhasil mengamankan pelaku peredaran perdagangan emas ilegal yang diduga berasal dari hasil Pertambangan Tanpa Izin (PETI).

“Anggota menemukan emas ilegal saat menggeledah sebuah toko emas Diamond, di Jalan Kapuas kawasan pasar Sekadau Jumat lalu,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sekadau, AKP K Purba saat dikonfirmasi, Senin (25/1).

Kasat mengatakan, penggeledahan toko emas tersebut bukanlah razia, melainkan tangkap beli dan jual emas illegal.
“Barang bukti yang kita amankan sebanyak 7 keping emas coran,” katanya.

Purba melanjutkan, pada saat penggeledahan tersebut anggotanya mengamakan 3 orang pelaku tindak pidana minerba atau hasil PETI, yakni Syahrudin selaku pemilik toko emas Diamond, sedangkan dua lainnya adalah Suheri dan Seruan selaku penjual emas hasil PETI di toko Diamond tersebut.

Adapun barang bukti yang diamankan bersama para pelaku adalah, 90 gram emas, 1 mangkuk perak, peralatan memasak emas atau cor, mangkok cor, 1 ken berisikan 20 liter air keras dan 1 Kg merkuri.

“Untuk tersangka dan barang bukti sudah diamankan ke Polres Sekadau, dan yang berangkutan merupakan pengepul hasil PETI dan mencetak hasil PETI untuk dijual kembali,” terang Purba.

Pemilik toko emas Diamond, Syahrudin (54) mengaku, bahwa dirinya baru kali ini menjual emas hasil Peti.

“Saya baru melakukan hal seperti ini, lalu kena tangkap,” ujarnya.

Mengenai sejumlah barang yang ada padanya, Syahrudin mengatakan air keras dan merkuri dibelinya dari seseorang di Pontianak.
“Saya lupa namanya, itu saya beli 3 tahun lalu menggunakan ekspedisi,” ungkapnya.

Namun, ia menampik jika air keras dan merkuri itu dia jual kepada orang lain. Dia mengatakan, barang tersebut digunakan sendiri, terutama untuk memasak perak.

“Saya tidak pernah jual ke orang lain,” ujarnya.

Tersangka penjual emas PETI Suheiri (34) mengatakan, ia baru sekali saja menjual emas hasil PETI ke toko Diamond tersebut. Dan menurutnya hanya toko tersebut yang mau menerima emas hasil PETI miliknya.

“Dan saat kami menjualnya, langsung ditangkap polisi,” tukasnya.

Tersangka akan dijerat pasal 158 dan pasal 161 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara. Selain itu, ketiga pelaku juga melanggar UU RI nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba. (Yahya Iskandar/Yuniar)

Related Posts