Panitia Naik Dango Singkawang Dibubarkan

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Ketua Panitia Naik Dango Singkawang tahun 2015, Luis Bahyan mengatakan, jika pihaknya sudah melakukan pembubaran panitia pada Rabu (27/1) di Rumah Betang DAD setempat, yang beralamat di Jalan Baru, Kecamatan Singkawang Selatan.

“Pada pembubaran panitia Naik Dango itu juga dihadiri pejabat Pemkot setempat, seluruh pengurus DAD baik kota maupun kecamatan, Paguyuban dayak, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda,” katanya, Kamis.(28/1) siang.

Disamping itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot, para donatur, simpatisan dan sponsor serta masyarakat Singkawang yang telah mendukung dan berkontribusi untuk menyukseskan acara Naik Dango tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Singkawang, Aloysius Kilim mengatakan, Gawai Naik Dango merupakan acara pesta sebagai ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas panen padi yang berlimpah.

“Acara ini melambangkan persatuan, aspirasi identitas dan kemakmuran,” katanya.

Dengan demikian, katanya, masyarakat Kalbar khususnya etnis Dayak diminta untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta bersyukur kepada Tuhan dengan menjaga dan memelihara keberlangsungan ekosistem agar serasi dan seimbang sehingga tetap bisa dinikmati hingga anak cucu kita.

Menurutnya, gawai Naik Dango, bukan hanya sebagai ajang yang menarik, tapi juga sebagai bentuk menjaga tradisi yang harus tetap dijaga sampai akhir hayat.

Melalui momen ini, dia mengajak pemuda pemudi dayak untuk manfaatkan dan melestarikan adat Dayak ini. Karena banyak nilai relevan, untuk menangkal masalah yang dihadapi generasi muda, seperti narkoba.

“Semoga anak muda Dayak dapat menghayati nilai adat, dan ini menjadi ajang kita untuk bersilaturahmi antar etnis, pemerintah dan rakyat,” ujarnya.

(MIJAR/DEDE).

Related Posts