Kartius : “Kecil Telapak Tangan, Nyiruk Kita Tadahkan”

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Penjabat Bupati Ketapang, Kartius menyatakan, Kabupaten Ketapang tidak pernah melarang siapa saja yang mau datang dan bertempat tinggal di kabupaten tersebut.

Apa lagi pendatang tersebut merupakan warga negara Indonesia, sebagai satu bangsa siapapun berhak tinggal dimanapun di seluruh wilayah NKRI, tapi harus patuh dengan peraturan dan Undang-undang yang ada.

“Daerah kami di Ketapang, untuk warga yang datang dengan baik-baik, kecil telapak tangan nyiruk kami tadahkan,” ungkap Kartius

Terkait pemulangan mantan anggota Gafatar, Kartius bersyukur pemulangan dapat berjalan baik dan lancar. Hingga saat ini kata Kartius, eks Gafatar dari Ketapang yang sudah dipulangkan ke daerah asalnya sebanyak 1.281 jiwa dengan tujuan Semarang.

“Yang masih tersisa sembilan orang itu ada di Kota dan tetap kita pulangkan,” ujarnya.

Kartius menambahkan, akan tetap melakukan penyisiran mantan anggota Gafatar yang kemungkinan masih ada di wilayah Ketapang.

“Itu tetap kami sisir, karena sangat berbahaya, dan saya tidak setuju ada yang bilang kita tidak toleransi, kita terima setiap pendatang tapi harus dengan baik,” tuturnya.

Kartius juga mengatakan Pemkab Ketapang saat ini telah melakukan upaya dengan membentuk tim dalam menangani Gafatar.

“Saat saya mimpin rapat, masyarakat Ketapang sangat kompak, mereka minta saya untuk mengusir tapi dengan cara damai. Dan masyarakat Ketapang menolak mereka berdomisili di Ketapang, karena pahamnya beda sehingga membuat onar dan rusuh. Dibilang agama Islam bukan, Khatolik juga bukan, Yahudi juga bukan, ini yang membuat masyarakat resah,” pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts