Warga Nigeria Nikahi Wanita Pribumi sebagai “Tameng” Bisnis Narkoba

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Warga Negara Nigeria dan Pakistan yang ditangkap terkait pengembangan kasus Narkoba di Jepara, Jawa Tengah, memanfaatkan Wanita Indonesia sebagai “tameng” bisnis narkoba yang mereka jalankan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan, sindikat narkoba dan pemalsuan visa serta paspor ini juga menikahi wanita pribumi untuk memperluas jaringan dan mengelabui petugas.

“Mereka mengawini wanita Indonesia untuk mempermudah mengirim barang dan transaksi,” ujar Komjen Buwas usai penggerebekan di Kawasan Jalan KS Tubun, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (29/1).

Tak hanya Wanita Indonesia, Wanita Asing pun dilibatkan untuk melebarkan jaringan peredaran narkoba oleh para WNA tersebut. Termasuk, sejumlah Wanita yang diamankan dari ruko yang digerebek hari ini.

“Ada Warga Asing wanita yang sudah kita amankan tadi. Dia digunakan sebagai cover jaringannya,” tutur Buwas.

Seperti diketahui, sebanyak 16 WNA dan WNI ditangkap tim gabungan BNN, Imigrasi, Ditnarkoba Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri siang tadi dari dua tempat berbeda. 12 orang terdiri dari 11 WN Asing dan seorang WNI ditangkap di Ruko ATC, Jl KS Tubun, Jakarta Pusat. Sementara 4 WN Pakistan ditangkap sebelumnya di Hotel Afindo, Jakarta Pusat.

Dari Hotel Afindo, Tim gabungan hanya menjemput 4 WN Pakistan yang diduga jaringan produsen narkoba yang sebelumnya digerebek di Jepara Jawa Tengah. Sementara di Ruko ATC, Tim Gabungan berhasil menyita puluhan Stemperl Palsu, Visa dan Paspor Palsu serta beberapa dokumen. Hasil sitaan itu diduga merupakan hasil pencucian uang bisnis narkoba di Jepara. (Rimanews.com/Yuniar)

Related Posts