Barrack Obama Angkat Bicara Soal Kisruh Oscar 2016

Amerika, thetanjungpuratimes.com – Presiden AS Barrack Obama akhirnya ikut memberikan komentarnya mengenai kontroversi Oscar 2016. Ajang bergengsi insan perfilman dunia yang bakal digelar ke-88 kali tahun ini terbelit isu rasisme.

Dua tahun berturut-turut, tak ada aktor-aktris berkulit hitam yang masuk dalam daftar nominasi Oscar. Ini membuat aktor-aktris nonkulit putih jadi meradang dan menyuarakan hak-haknya. Salah satunya, pasangan suami-istri Will Smith dan Jada Pinkett Smith, serta sutradara Spike Lee memboikot perhelatan Oscar tahun ini dengan memilih tak hadir. Tak sedikit pula, pelaku indsutri perfilman termasuk mereka yang berkulit putih, mendukung boikot tersebut.

Menurut Obama, dalam wawancara dengan televisi lokal, debat kontroversi Oscar ini merupakan bentuk ekspresi yang lebih luas dari isu soal rasisme yang memang tengah dihadapi negeri Paman Sam.

“Saya rasa saat cerita semua orang bisa diceritakan, maka akan membuat seni yang lebih baik,” katanya. “Akan membuat hiburan yang lebih baik. Akan membuat semua orang merasa menjadi bagaian dari ‘keluarga besar’ Amerika,” lanjutnya.

Menurutnya, setiap industri harus melakukan seperti yang dilakukan industri lainnya. “Mencari dan menghargai bakat, memberi kesempatan yang sama kepada semua orang,” jelasnya, seperti dilansir Alarabiya.

Orang nomor satu AS itu mengakhiri komentarnya terhadap kisruh Oscar dengan pertanyaan, “apakah setiap orang sudah mendapatkan kesempatan yang sama itu?”

Related Posts