Berbicara Lewat ‘Graffiti’

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Banyak cara bagi kaum muda mengembangkan kreatifitas dalam dirinya. Salahsatunya adalah seni melukis di dinding dan tembok atau lebih dikenal dengan “Graffiti”.

Untuk memeriahkan hari jadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang ke 59, diadakanlah kegiatan lomba melukis tembok atau Graffiti di Stadion GOR Pangsuma, pada Sabtu (30/1) sore.

Sebanyak 40 Kelompok peserta tingkat umum ikut ambil bagian dalam perlombaan graffiti ini.

Tema olahraga diangkat menjadi tema utama dalam lomba Graffiti ini . Foto : Monika
Tema olahraga diangkat menjadi tema utama dalam lomba Graffiti ini . Foto : Monika

“Ada 40 kelompok yang ikut serta dalam perlombaan dan didalam satu kelompok terdapat 3 orang peserta mulai dari pelajar hingga mahasiswa, dan acaranya kita mulai dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, tetapi karena ada masalah sedikit kita tambah lagi sampai jam 5 Sore,” Kata Misriwanto, Panitia Kegiatan.20160130_152234

Misriwanto mengatakan, kegiatan ini diadakan untuk memberi ruang bagi anak muda dalam menyalurkan hobi senirupanya.

Selain itu juga sebagai ajang mencegah anak-anak remaja yang ada di Pontianak agar tidak mencoret-coret dinding disepanjang jalan.

“Kita memberi tema dalam kegiatan ini yaitu ‘Olahraga Tanpa Narkoba’ tema ini kita ambil karena melihat dari banyak berita di media olahraga, yang memberitakan olahragawan yang memakai obat terlarang (Narkoba). Dan Peserta kita bebaskan ingin membuat gambar apa tetapi harus disesuaikan dengan tema,” ujarnya.

Panitia kegiatan Lomba Graffiti. Foto : Monika
Panitia kegiatan Lomba Graffiti. Foto : Monika

Misriwanto berharap, untuk kedepannya nanti acara seperti ini diadakan kembali mengingat Stadion Sultan Syarif Abdurahman banyak digunakan untuk aktifitas olahraga dan lukisan tersebut dapat dilihat serta dapat memberi dampak yang positif bagi siapa saja yang melihat gambar Graffiti tersebut.

Para Seniman sedang melukis di tembok Gor Pangsuma Pontianak. Foto : Monika
Para Seniman sedang melukis di tembok Gor Pangsuma Pontianak. Foto : Monika

“Sebenarnya kami ingin memecahkan Rekor Muri, tetapi terbentur dengan fasilitas dan juga biaya yang sangat minim, jadi kita membuat yang sekadarnya saja. Kita berharap pemerintah setempat bisa membuka mata bahwa kami juga bisa melakukan kegiatan yang positif dan untuk kedepannya mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini pemerintah bisa lebih mendukung penuh kegiatan serupa,” harapnya.

(Monika/Dede)

Related Posts