Indonesia Hibahkan Empat Asrama Warisan Presiden SBY ke Al Azhar

Kairo, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Indonesia melalui Duta Besar RI untuk Mesir, Dr Nurfaizi Suwandi, Kamis (28/1) di Kairo, menyerahkan empat gedung asrama mahasiswa kepada Universitas Al Azhar.

“Asrama itu merupakan hibah dari Pemerintah Indonesia yang sepenuhnya akan dikelola Universitas Al Azhar,” ujar Dubes Nurfaizi di Kairo usai penyerahan.

Dubes secara simbolis menyerahkan asrama tersebut kepada Wakil Syeikh Agung Al Azhar Prof Dr Abbas Shouman, yang didampingi Rektor Universitas Al Azhar, Prof Dr Ibrahim Al Hudhud.

Empat gedung asrama berkapasitas huni sebanyak 1.200 mahasiswa itu merupakan hibah Indonesia di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hibah berdasarkan Keppres No. 8 Tahun 2014 tersebut bernilai Rp54 miliar atau sekitar lima juta dolar AS sesuai kurs waktu itu.

Prof Shouman dalam sambutannya, mewakili Syeikh Agung Al Azhar Prof Dr Ahmed Al Tayeb, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas bantuan hibah berupa asrama tersebut.

“Al Azhar menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah Indonesia atas hibah ini, yang pada gilarannya tidak saja memperkuat hubungan dengan Al Azhar, tapi juga mempererat hubungan bilateral Mesir dan Indonesia,” ujar Prof Shouman.

Rektor Al Azhar Prof Ibrahim Hudhud pada kesempatan sama mengungkapkan, Indonesia adalah negara pertama yang membangun asrama di tanah milik Al Azhar dan menjadi contoh bagi negara-negara lainnya.

“Bukanlah sesuatu yang mengherankan jika Indonesia menjadi negara asing pertama membangun asrama di tanah Al Azhar, mengingat mahasiswa asing pertama yang belajar di Al Azhar juga berasal dari Indonesia, yang dahulu kala disebut ‘Al Jawy’ (Orang Jawa),” ujar Prof Hudhud.

Dubes Nurfaizi menjelaskan, sesuai pembicaraan antara Pemerintah Indonesia dengan Al Azhar, asrama tersebut akan ditempati oleh campuran mahasiswa Indonesia, mahsiswa Mesir dan dan mahasiswa asing lainnya.

“Dengan pembauaran penghuni asrama dimaksud, diharapkan adanya peningkatan prestasi belajar dan saling interaksi budaya yang mengedepankan pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Dubes Nurfaizi yang akan mengakhiri tugas misi diplomatiknya di Mesir pada akhir Januari 2016 ini. (Rimanews.com/Yuniar)

Related Posts