Tularkan Kecintaan Kebaya Lewat Jalan Santai

Bogor, thetanjungpuratimes.com – Puluhan perempuan berkebaya memenuhi pelataran Kebun Raya Bogor (KRB). Mereka begitu semangat dan antusias mengikuti acara rutin bulanan yang biasa dilakukan oleh Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB).

Masing-masing dari mereka memegang sebuah payung geulis berwarna-warni yang dipesan dari pengrajin di daerah Jawa Barat.

Kebaya yang dikenakan pun begitu beragam dengan berbagai model, mulai dari kebaya kutu baru, kebaya panjang, hingga baju kurung.

Nah, mereka menggelar acara jalan santai bertema “Fun Walk with Perempuan Berkebaya”.

Acara ini, menurut Sisie Macallo, penyelenggara Fun Walk with Perempuan Berkebaya, merupakan sebuah wadah silaturahmi anggota komunitas yang bertujuan agar perempuan Indonesia dapat lebih mencintai kebaya dan kain nusantara.

“Hari ini adalah silaturahmi antaranggota KPB. Tujuannya kami ingin lebih melestarikan budaya berkebaya dalam keseharian perempuan Indonesia,” jelas dia saat ditemui suara.com di sela-sela acara, di KRB, Sabtu (30/1).

Acara ini juga dirangkai dengan diskusi buku “Jangan Bawa Pulang HIV” karya penulis Ramdani Sirait. Buku ini dipilih, karena isu HIV/AIDS merupakan isu umum yang perlu diwaspadai oleh semua kalangan termasuk perempuan.

“Setiap bertemu, tak hanya membahas tentang seluk beluk kain nusantara maupun kebaya, kami juga membahas tentang isu yang erat kaitannya dengan perempuan,” ujar Lia Nathalia, Ketua Pelaksana Fun Walk with Perempuan Berkebaya, sekaligus penggagas KPB.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kembali kecintaan perempuan Indonesia pada budaya nusantara melalui penggunaan kebaya dan kain nusantara dalam kegiatan sehari-hari.

“Kami ingin melestarikan budaya di ‘rumah’ kami sendiri. Kebaya ini identitas perempuan Indonesia. Fun Walk ini juga membuktikan bahwa berkebaya dan berkain itu nggak ribet, praktis, bisa dipakai jalan-jalan juga,” tutupnya. (Suara.com/Yuniar)

Related Posts