Mantan Gafatar Lebak Jalani Pembinaan Pemulihan Mental

Lebak, thetanjungpuratimes.com – Mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Kabupaten Lebak, Banten bertambah menjadi delapan orang dari sebelumnya 14 orang. Mereka kini juga menjalani pembinaan guna memulihkan mentalnya agar tidak terbujuk kembali masuk ajaran sesat tersebut.

“Total mantan anggota kelompok Gafatar itu tercatat 22 orang dan mereka menjalani pembinaan di Gedung Bangkit Rangkasbitung,” kata Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Lebak Yusup di Lebak, Senin (1/2).

Pembinaan itu dipokuskan untuk mencintai tanah air dan NKRI juga tidak melakukan perbuatan sesat dan menyesatkan agama Islam.

Sebab, ajaran Gafatar tidak mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir juga tak mewajibkan shalat juga ibadah puasa.

Karena itu, pihaknya berharap pembinaan eks Gafatar bisa melakukan kegiatan agama yang benar juga mencintai tanah air serta NKRI.

“Kami berharap eks pengikut Gafatar tidak mengulangi lagi perbuatan yang salah dan menyesatkan,” katanya.

Menurut dia, pihaknya terus mengoptimalkan pembinaan para pengikut eks Gafatar dengan melibatkan MUI, FKUB, Pemda, Bakorpakem, Polri, Dinsos dan Muspika setempat.

Selama ini, eks pengikut Gafatar Kabupaten Lebak hanya sebagai korban tertipu oleh iming-iming yang menjanjikan kehidupan lebih baik.

Namun, kehidupan mereka benar-benar sengsara, bahkan banyak para anggotanya menjual rumah dan barang-barang berharga lainnya.

“Kami berharap ke depan para eks pngikut Gafatar kembali menjalani hidup yang normal di lingkungan masyarakat,” katanya.

Ajat (62), seorang eks Gafatar Kabupaten Lebak mengaku dirinya menyesali perbuatannya hingga membawa sengsara keluarga, karena rumah miliknya di Kampung Leuwiranji Kota Rangkasbitung sudah dijual ke oranglain.

Saat ini, dirinya harus pergi kemana karena uang sudah habis juga tidak memiliki tempat tinggal.

“Kami sebetulnya tidak begitu mengerti mengikuti kelompok Gafatar karena dirinya di Kalimantan Barat hanya tinggal 1,5 bulan dan tinggal dikontarakan. Kami merasa tertipu oleh pengurus Gafatar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Kabupaten Lebak Rini Hartati mengatakan pihaknya menyambut positif eks pengikut organisasi Gafatar itu membuat pernyataan kembali kesetiaan NKRI dengan ingin mensejahterakan di Tanah Air sendiri.

Perkataan mereka diharapkan tulus dalam hati sanubari mencintai Tanah Air dan NKRI juga kembali diterima masyarakat.

Para mantan pengikut Gafatar ke depan jangan kembali terbujuk atau rayuan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Saat ini, nasib para mantan Gafatar yang dipulangkan kembali ke kampung halaman diberbagai daerah apakah ada yang bertanggung jawab, maka jawabanya tidak ada.

Namun, semua permasalahan yang dihadapi para mantan anggota Gafatar maka pemerintah memiliki tanggung jawab penuh terhadap warganya.

“Kita minta masyarakat agar tidak mudah mengikuti ajaran sesat,seperti Gafatar maupun ajaran radikalisme yang bisa merugikan diri sendiri juga keluarga bersangkutan,” katanya. (Rimanews.com/Yuniar)

Related Posts