KIP : Sampaikan Kasus Mirna Harus Hati-hati

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Komisi Informasi Pusat (KIP) mengingatkan agar aparat kepolisian berhati-hati dan tidak tergoda mengumbar informasi ke publik terkait hasil penyelidikan dan penyidikan meninggalnya Wayan Mirna Salihin di Olivier Cafe.

“Apalagi jika kesimpulan dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang mereka lakukan belum bulat dan akurat pada suatu kesimpulan,” kata Ketua Komisi Informasi Pusat Abdulhamid Dipopramono, di Jakarta, Selasa (2/2).

Menurut Abdulhamid, di satu sisi bagus jika polisi melayani rasa ingin tahu publik lewat keterangannya kepada media untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang tidak terverifikasi. Namun di sisi lain polisi tetap harus hati-hati dan cermat untuk tujuan pengungkapan kasus secara tuntas.

Abdulhamid mengakui, memang keingintahuan publik terhadap perkembangan kasus meninggalnya Mirna sangat tinggi karena menyangkut sesuatu yang tidak wajar di tempat umum dan cukup misterius, tetapi keterangan yang belum terverifikasi justru dikhawatirkan akan mengganggu penegakan hukum.

Apalagi publik sekarang sudah bisa mengakses informasi secara serta-merta dari suatu peristiwa lewat media massa seperti televisi, radio, dan situs berita (internet) atau media sosial seperti FB, twitter, dan lain-lain. Sehingga jika polisi tidak memberi informasi, publik akan mencarinya dari saluran lain yang tak resmi.

Namun, menurut dia, rasa ingin tahu publik tersebut ada batasnya dan polisi harus bisa membatasi diri jika itu untuk kepentingan penegakan hukum dan tujuan lebih besar bagi pengungkapan tuntas kasus tersebut.

“Polisi jangan tergoda untuk melayani informasi kepada publik jika informasi tersebut belum akurat dan dapat mengganggu proses penegakan hukum, yang bahkan tak sadar malah bisa melanggar hukum,” tandas Abdulhamid. (Rimanews.com/Yuniar)

Related Posts