Pemkab KKR Akan Tangani Aset Gafatar

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali memberikan apresiasinya kepada sejumlah pihak terkait penanganan Gafatar di wilayahnya yang berjalan lancar dan kondusif.

Namun masyarakat juga diminta untuk tetap waspada, terutama yang menyangkut dengan penyimpangan ajaran dalam agama dan paham yang dapat merusak ideologi bangsa. Untuk itu perlu adanya pengawasan melekat mulai dari tingkat bawah seperti RT dan RW.

” Setiap tamu yang menginap dalam waktu 24 jam harus  melapor ke Ketua RT setempat. Hal ini agar ada legalitasnya. Begitu juga dengan yang lain, apa bila tidak ada surat pindah, jangan langsung membuatkan KTP,” ujar Rusman Ali, Selasa (2/2).

Sementara ketika ditanyai terkait penanganan aset mantan anggota Gafatar yang ada di Kubu Raya, Rusman Ali mengatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak terkait.

” Kami mau setelah  dilakukan pembongkaran diharapkan bahan bangunan yang dibongkar ini dititipkan ke Polsek atau ke Babinsa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kubu Raya Bambang Ganefo merasa terkejut dengan adanya permukiman mantan anggota Gafatar di Kubu Raya, dan mempertanyakan legalitas kependudukan mereka.

“Jika hal tersebut terulang kembali, harus dikaitkan dengan beberapa pasal. Baik masalah pembangunan yang mereka gunakan tanpa izin atau IMB  maupun kelengkapan kependudukanya,” ujarnya.

Masalah aset mantan Gafatar tersebut, Bambang meminta Pemkab Kubu raya segera mengambil langkah berkoordinasi dengan pihak terkait secepatnya untuk menyelesaikannya.

” Sebaiknya lakukan  koordinasi terlebih dahulu dan harus diketahui pemerintah, terutama di tingkat RT,”pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts