Jangan Berlebihan Saat Imlek dan Cap Go Meh

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Sekretaris Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra mendukung pihak kepolisian dalam hal ini yang di sampaikan oleh Kapolda Kalbar tentang pelarangan penggunaan petasan saat perayaan Imlek.

“Saya sangat setuju kalau dalam perayaan Imlek warga Tionghoa tidak memainkan petasan, namun saya juga meminta aparat untuk melakukan pengawasan para penjual petasan,” katanya, Minggu (7/2).

Dirinya juga meminta kepada seluruh warga Tionghoa di Kota Singkawang untuk tidak merayakan Imlek dalan suasana yang berlebihan, seperti menyalakan petasan dengan daya ledak yang tinggi.

Karena, kata Sumberanto dengan membunyikan petasan yang besar akan menggangu masyarakat sekitar, belum lagi kalau apabila yang membunyikan petasan bisa menimbulkan bahaya.

Namun, dirinya menganggap kalau petasan yang memiliki daya ledak kecil masih boleh dimainkan, karena menyalakan petasan merupakan budaya dan tradisi warga Tionghoa saat perayaan Imlek dan Cap Go meh, karena suara petasan dianggap mampu untuk mengusir roh halus.

Selain itu, Sumberanto mengimbau warga Tionghua untuk merayakan Imlek dengan rasa kebersamaan tanpa melihat dari etnis dan agama. Dan yang paling terpenting, katanya adalah bagaimana caranya membantu warga yang kurang mampu agar dapat merayakan Imlek seperti warga Tionghoa lainnya.

(Faisal/Dede)

Related Posts