Masa Tanggap Darurat Pemulangan Gafatar Tak Diperpanjang

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Masa tanggap darurat penanganan mantan Gafatar tanggal 4 Februari 2016, telah dicabut oleh Pemerintah provinsi Kalbar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan, terkait dengan kemungkinan masih adanya anggota Gafatar, Pemprov Kalbar tidak akan memperpanjang masa tanggap darurat, walaupun kemungkinaan ada mantan anggota Gafatar yang tersisa.

“Kita minta Kabupaten/Kota untuk langsung menangani. Dan ini merupakan keputusan dan kebijakan langsung dari Gubernur,”ungkapnya.

Karena, tambahnya hingga saat ini dana tanggap darurat bencana Kalbar sebesar Rp5 milyar sudah habis untuk proses pemulangan Gafatar.

“Makanya Satgas ini kita tidak perpanjang lagi. Dan dengan Satgas ini juga merupakan syarat administrasi kalau memang harus mengunakan dana tanggap darurat kita,”tutur Christiandy.

Ketika ditanyai terkait adanya warga Kalbar yang ikut rombongan mantan Gafatar saat proses pemulangan ke jakarta, Chrsitiandy membenarkan hal tersebut.

“Katanya, ada sekitar delapan jiwa warga Kalbar yang saat ini ditampung oleh Kemensos di Jakarta yang harus dijemput, Ya mereka ini memiliki KTP Kalbar. Dan kita sudah meminta untuk melakukan pengecekan kebenarannya. Dan apabila mereka memang asli warga Kalbar berarti itu sudah kewajiban kita untuk menjemput mereka,” ujarnya.

Christiandy menjelaskan, setelah dilakukan penjemputan, warga mantan anggota Gafatar warga Kalbar tersebut akan diserahkan ke dinas sosial untuk dilakukan pembinaan.

“Saya sudah suruh dinsos Kalbar untuk menjemput dan biayanya akan ditanggung oleh Kabupaten/Kota. Tapi kalau mereka ini hanya baru menerima KTP. Maka mereka akan ditolak, Gubernur pun dengan tegas menolak,” Pungkasnya.

(Slamet Ardiansyah/Dede)

Related Posts