Kemeriahan Imlek di Kuil Tiongkok

Beijing, thetanjungpuratimes.com – Tahun Baru Imlek atau yang dikenal di Tiongkok sebagai Festival Musim Semi meriah di Cina. Warga di sana memeriahkan Imlek dengan beragam festival.

Imlek di sana digelar di sejumlah kuil di Beijing mulai Senin (8/2) ini. Perayaan digelar hingga satu pekan kedepan. Festival Musim Semi itu menampilkan ritual persembahan kepada para dewa di masa Dinasti Qing.

Ritual dilakukan sesuai yang dilakukan pada masa itu. Termasuk perlengkapan upacara dan pakaian tradisional aneka model dan warna, yang digunakan.

Ritual persembahan di setiap kuil pada Festival Musim Semi menjadi salah satu tontonan unik serta menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Beijing.

Lisa Huang (25) asal Harbin ingin mengetahui tradisi unik itu. Terlebih festival digelar di kuil bersejarah.

“Saya sangat ingin melihat Festival Musim Semi di Beijing, sekalian mengetahui tradisi di sini saat Dinasti Qing berkuasa. Sangat menarik,” kata dia.

Selain ritual persembahan, ditampilkan aneka hiburan rakyat, kuliner tradisional serta beragam kerajinan tangan khas Cina. Termasuk aneka boneka monyet sebagai tanda tahun monyet pada Imlek 2567.

Bahkan, di beberapa kuil juga menampilkan tarian naga dan singa yang dikenal di Indonesia sebagai tarian Barongsai. Awalnya, Festival Musim Semi di setiap kuil di Beijing dilaksanakan pada Dinasti Liao (907-1125). Pada 2016, Festival Musim Semi di Beijing, diselenggarakan di Kuil Changdian, Ditan, Dongyue, Baiyun, Hongluo, Old Summer Palace dan kuil lainnya. Sementara di Kuil Longtan menampilkan festival olahraga ringan seperti lari mengelilingi kuil.

Festival Musim Semi di kuil-kuil tersebut rata-rata dimulai sejak pagi sekitar pukul 06.00 hingga petang sekitar pukul 18.00 waktu setempat, tergantung pihak manajemen setiap kuil, dengan tiket masuk sekitar 10 Yuan atau sekitar Rp20 ribu.

Kemeriahan Imlek 2567 di Beijing, juga ditandai dengan kembang api dan petasan yang menggema di sejumlah sudut kota sejak Minggu (7/2) malam. Meski tidak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya, demi mengurangi dampak polusi udara yang masih parah di Beijing dan sekitarnya.

Menyalakan petasan dan kembang api hingga menimbulkan hiruk-pikuk bertujuan menakut-nakuti roh-roh jahat dan menarik dewa kekayaan ke depan pintu rumah orang yang menyalakannya.

Pada Minggu malam, warga Beijing dan masyarakat Cina umumnya, berkumpul bersama keluarga, kerabat dan teman, dengan menyantap hidangan tradisional malam tahun baru Tiongkok. Orang Cina Utara makan anaka kue dim sum yang melambangkan kekayaan karena bentuknya menyerupai emas dan keping perak Tiongkok kuno. Ikan adalah masakan yang populer, karena kata “ikan” memiliki pengucapan yang sama dengan kata untuk “kelimpahan.” (Suara.com/Antara/Yuniar)

Related Posts